Contributors

Don't miss

Saturday, May 30, 2009

Mampus Amerika & Israel...!!!


Dari Palestina
(Jumat, 29 Mei 2009; bertepatan dengan hari wafatnya Sayyidah Fathimah az-Zahra as)

Seorang anak Palestina syahid di tangan Rezim Zionis. Menurut laporan ‎wartawan IRIB; seorang bocah perempuan Palestina berusia empat tahun ‎di Rafah, Jalur Gaza utara, gugur syahid ditabrak buldozer Israel dalam ‎satu aksi kejam tentera Rezim Zionis. Membalas kejahatan tentara Zionis, ‎Brigade Quds sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina menyerang ‎kawasan militer Zionis di jalur Nahal Uz di bagian timur Jalur Gaza dengan ‎sebagai jawaban terhadap tindakan kriminal Rezim Zionis.‎

Dari Iran :

1. Aksi Teror di Iran Gugurkan 15 Warga
(Kamis, 28 Mei 2009)

Ledakan bom di masjid Amirul Mukminin, Zahedan, Iran tenggara, menggugurkan minimal 15 warga dan menciderai 50 orang lainnya. Press TV melaporkan, ledakan Kamis sore (27/5) saat shalat Maghrib di Masjid Amirul Mukminin, Zahedan menyebabkan bagian dari masjid tersebut rusak berat. Walikota Sistan-Balochistan, Ali Mohammad Azad, dalam wawancaranya dengan Televisi IRINN membenarkan jumlah warga yang syahid dan cidera akibat ledakan bom di masjid Amirul Mukminin.

Lebih lanjut Press TV melaporkan, beberapa detik setelah ledakan tersebut, bom lainnya di masjid itu ditemukan dan berhasil dijinakan. Hingga kini, beluam ada kelompok yang bertanggung jawab atas peledakan bom di masjid Amirul Mukiminin, Zahedan.

2. Jumlah Korban Insiden Teroris Zahedan Terus Bertambah
(Jumat, 29 Mei 2009)

Jumlah korban gugur syahid aksi peledakan masjid di Zahedan, tenggara Iran bertambah menjadi 25 orang. IRNA melaporkan, Lembaga Urusan Syuhada, provinsi Sistan va Baluchestan, Iran kemarin (Jumat, 29/5) mengumumkan, jumlah korban gugur syahid dalam aksi peledakan masji Amirul Mu'minin, Zaheda, mencapai 25 orang sementara 80 lainnya mengalami luka-luka. Rencananya upacara prosesi pemakaman para korban syahid akan digelar hari ini.

Ledakan bom itu terjadi malam Jumat lalu (28/5), saat para jamaah menggelar salat maghrib di sebuah masjid di kota Zahedan. Tak lama setelah terjadi ledakan, bom lainnya di tempat yang sama juga sempat ditemukan dan berhasil dijinakkan. Hingga berita ini ditulis belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

3. Rahbar: Insiden Teroris Zahedan Ulah Kekuatan Asing
(Sabtu, 30 Mei 2009)

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatollah Al-Uzma Sayid Ali Khamenei dalam pesan belasungkawanya menyikapi insiden teroris di Zahedan, tenggara Iran, menyebut adanya konspirasi aktor intelektual sejumlah kekuatan intervensif dan agen intelijennya yang berupaya menyebarkan fitnah dan menciptakan perang saudara antar sesama muslim. Rahbar juga menegaskan perlunya kewaspadaan rakyat Iran, keseriusan aparat pemerintah untuk menindaklanjuti, dan adanya perhatian yang cukup terhadap konspirasi musuh dengan tetap mempertahankan kesatuan dan persatuan Islam dan nasional.

Dalam pesan belasungkawanya itu, Ayatollah Ali Khamanei memaparkan, berlaku jahat terhadap nyawa masyarakat mukmin yang berkumpul di masjid untuk beribadah dan menyatakan kecintaannya terhadap Ahlul Bait as merupakan kejahatan besar dan Allah swt tidak akan mengampuni para pelaku dan perancang insiden tersebut. Kalaupun para pelaku kejahatan itu mungkin saja melakukan dosa besar tersebut lantaran terpengaruh oleh fanatisme buta dan kebodohan, namun tak diragukan lagi, para aktor intelektual sejumlah kekuatan intervensif dan perangkat intelijennya telah melumuri tangannya dengan darah para korban tak berdosa dalam insiden itu.

Di bagian lain pesannya, Rahbar mengajak aparat pemerintahan dan pihak keamanan untuk bersikap lebih waspada dalam melindungi keamanan publik masyarakat muslim dan segera mengungkap para pelaku serta menyeretnya ke meja pengadilan. Di akhir pesannya, pemimpin besar Revolusi mengungkapkan rasa duka citanya yang mendalam kepada keluarga para korban. Ia juga berdoa semoga para korban yang gugur syahid diangkat derajadnya di sisi Allah dan mereka yang terluka semoga segera diberi kesembuhan. [irib]

Friday, May 29, 2009

Pemuda dan Ahli Ibadah


Seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air.
Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, Ahli Ibadah atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Ahli Ibadah : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya, saya akan menjawab pertanyaan anda

Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Ahli Ibadah : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya

Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan Takdir
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,
tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Ahli Ibadah tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda marah kepada saya?
Ahli Ibadah : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti
Ahli Ibadah : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit
Ahli Ibadah : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?

Pemuda : Ya
Ahli Ibadah : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !

Pemuda : Saya tidak bisa
Ahli Ibadah : Itulah jawaban pertanyaan pertama, kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Ahli Ibadah : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak

Ahli Ibadah : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Ahli Ibadah : Itulah yang dinamakan Takdir
Ahli Ibadah : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?
Pemuda : kulit
Ahli Ibadah : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : kulit

Ahli Ibadah : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : sakit..

Ahli Ibadah : Walaupun Setan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk setan.

Saturday, May 23, 2009

Israel Tembak 10 warga Palestina


Bilin, Tepi Barat - Sepuluh orang Palestina cedera pada hari Jumat akibat pasukan Israel menembaki demonstran.

AFP mengutip petugas medis yang menyebut pasukan Israel menembaki demonstran yang sedang memprotes pagar pemisah Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Di desa Nilin, lima demonstran cedera, termasuk satu orang yang tertembak kakinya dan satu lagi yang kepalanya terkena granat gas airmata.

Di desa berdekatan Billin, lima orang cedera, sebagian besar dalam keadaan luka ringan, ketika pasukan perbatasan Israel menembakkan peluru berlapis karet dan gar airmata untuk membubarkan pemrotes yang melemparkan balon berisi air kotoran ke arah mereka.

Seorang jurubicara militer Israel mengatakan, pasukan keamanan "menggunakan peralatan antihuru-hara untuk membubarkan 400 demonstran yang melempari mereka dengan batu dan bom Molotov" di dua lokasi.

Para aktivis berkumpul secara rutin di Bilin dan Nilin, di dekat kota Ramallah, Tepi Barat, untuk memprotes pagar pemisah Israel di Tepi Barat.(antara)

Friday, May 22, 2009

2 Warga Palestina Gugur Syahid


Militer rezim Zionis Israel dalam kejahatan terbarunya menembak dua warga Palestina dan menggugursyahidkan mereka. Sebagaimana dilansir televisi Al-Alam, militer Zionis Israel dini hari Jumat (22/5) menembaki orang-orang Palestina di perbatasan Jalur Gaza dan Palestina pendudukan yang mengakibatkan dua pemuda Palestina gugur syahid.

Setelah lebih dari 4 bulan agresi brutal militer Zionis Israel ke Jalur Gaza dan diumumkannya gencatan senjata di daerah ini, serangan militer Zionis Israel masih terus berlanjut. (irib)

CIA: Masalah Besar jika Israel Serang Iran


Direktur CIA Leon Panetta mengatakan bahwa Israel mengetahui dimana penyerang militer ke Iran berarti “masalah besar”.

Panetta juga mengatakan bahwa Israel juga menyadari bahwa dia memerlukan koordinasi dengan negara lain untuk strateginya melawan Iran, lapor The Jeruslem PostTelah diketahui bahwa Direktur CIA baru baru ini dating di Israel untuk mengingatkan para tokoh Israel untuk tidak melakukan serangan ke Iran.“Israel benar benar memperhatikan Iran dan terfokus padanya. Tapi (PM Israel Benyamin Netanyahu) memahami bahwa kalau Israel berjalan sendiri, maka akanmenjadi permasalahan besar. Dia mengetahui itu demi untuk keamanan Israel, mereka harus bekerja sama dengan yang lain,” kata Panetta.Ketua CIA menyatakan bahwa memperhitungkan perhatian Iran merupakan satu prioritas untuk AS, dan menambahkan bahwa Iran “bukan target intelejen yang mudah”. [IslamTimes/R]

TITIK DAN HARAKAT PADA AL-QURAN


Ketika orang-orang Arab menyalin khat (huruf, tulisan) dari suku Suryani dan Nabthi, itu masih tanpa titik. Tuisan-tulisan Suryani pun hingga sekarang masih seperti dahulu; tanpa titik. Awalnya, orang-orang Arab juga sama seperti mereka; menulis tanpa titik. Hingga kira-kira pertengahan abad pertama (hijriah), khat Arab memasuki pemerintahan Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafi, yang dilantik pada tahun 75-86 H oleh Abdul Malik bin Marwan sebagai gubernur Irak, orang-orang sudah mampu membedakan huruf yang bertitik dari yang tidak bertitik.

Pemberian titik ini terjadi berkat jasa yaya bin Ya’mur dan Nashr bin ‘Ashim, dua orang murid Abul Aswad ad-Duali. Demikian pula dengan peletakkan titik pada al-Quran. Adalah Abul aswad ad-Duali yang mendengar seseorang membaca ayat ke- 3 surat at-Taubah dengan: Annallaha Barรฎun Minal Musyrikina wa Rasulihi. Padahal, apabila kalimat: Wa Rasulihi dibaca kasrah, berarti ia di-athaf-kan kepada Musyrikin, sehingga makna kalimat tersebut menjadi: Allah berlepas diri dari (perbuatan) orang-orang musyrik dan rasul-Nya. Namun, apabila kata rasul itu dibaca dhammah (yakni, Rasuluhu), maka ini berarti bahwa Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari (perbuatan) orang-orang kafir.

Abul Aswad ad-Duali berkata dalam hati, “Aku tak menyangka kalau (bacaan) orang-orang sampai separah ini (mereka membaca kata Rasuluhu dengan meng-kasrah-kannya menjadi Rasulihi)”

(Setelah mendengar bacaan tersebut), dia langsung menemui Ziyad bin Abih. Sebelumnya, Ziyad bin Abih, yang pada tahun 50-53 H menjabat wali kota Kufah, pernah meminta kepada Abul Aswad untuk membuat sebuah kaidah dan petunjuk dalam cara membaca al-Quran, namun Abul Aswad tidak menerima permohonannya. Tetapi, ketika mendengar sendiri bacaan yang salah itu, langsung saja dia bertekad untuk memenuhi keinginan Ziyad bin Abih, seraya berkata, “Aku ingin memenuhi keinginan Anda, tapi harus disediakan orang yang pandai menulis (untuk meng-i’rab al-Quran) bagiku, agar mereka menuliskan apa yang kukatakan kepada mereka.”

Ketika orang-orang membawakan seorang penulis dari suku ‘Abd Qubais kepadanya, Abul Aswad tidak menerimanya. Setelah itu, mereka membawa orang lain yang selalu mendengar perkataan Abul Aswad, dan dia pun menerimanya dengan senang hati. Abul aswad berkata kepada si penulis, “Setiapkali kau lihat mulutku terbuka untuk mengucapkan suatu huruf dengan suara fathah, maka letakkanlah satu titik di atas huruf itu. Dan setiapkali kubuka mulutku dengan suara kasrah, maka letakkanlah satu titik di bawah huruf itu.”

Ibnu Abbas menambahkan,”Abul Aswad berkata kepada si penulis, ‘Setiapkali kau lihat kaidah yang saya ucapkan dengan nada dengung, maka letakkan dua titik,’” Penulis itu melakukan sebagaimana diperintahkan kepadanya.

Setelah peletakkan titik (pada al-Quran) dengan penjelasan sebagaimana disebutkan di atas, orang-orang lalu meletakkan tanda harakat-harakat al-Quran. Tapi, pada umumnya mereka meletakkan titik-titik itu dengan warna yang berbeda dengan kalimat-kalimat al-Quran. Kebanyakan warna titik-titik itu merah dan warna-warna lain.

George Zeidan berkata, “Kami pernah melihat al-Quran (dengan khat) Kufi di perpustakaan Mesir, yang memiliki ciri-ciri seperti disebutkan, dan al-Quran itu didapatkan di Masjid Jami Amr bin Ash. Al-Quran itu adalah al-Qurang yang paling kuno di dunia, yang memiliki lembaran-lembaran sangat besar. Kata-kata al-Qurannya ditulis dengan tinta hitam dengan titik-titik berwarna merah. Titik yang berada di atas huruf-huruf kalimat al-Quran adalah tanda fathah dan titik yang berada di depan huruf-huruf kalimat al-Quran adalah tanda dhammah. Dan al-Quran inilah yang sama dengan apa yang telah dijelaskan dan disusun oleh Abul Aswad ad-Duali.”

Jalaluddin al-Suyuthi berkata, “Al-Quran yang sekarang ini ada di tangan masyarakat umum dan (di dalamnya) terdapat harakat-harakat yang jelas adalah al-Quran yang telah dikeluarkan dan disusun oleh Khalil bin Ahmad al-Farahidi; fathah-nya berbentuk garis memanjang dan berada di atas huruf. Kasrah-nya sama seperti itu (garis memanjang) namun terletak di bawah huruf. Sementara, dhammah-nya berupa wawu kecil yang berada di atas huruf dan tanwin-nya ditandai dengan dilipatgandakannya harakat.

Thursday, May 14, 2009

Rahbar: Revolusi Lenyapkan Ketergantungan Kepada Asing


Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Khamenei menegaskan bahwa pemerintahan Islam Iran sama sekali tidak memandang satupun daerah di negeri ini dengan pandangan fanatisme, kesukuan, dan diskriminatif, sebab yang menjadi tolok ukur adalah keislaman dan ke-iran-an daerah itu. Berbicara di depan kalangan elit dan tokoh provinsi Kurdistan hari ini (Kamis 14/5) di Sanandaj Kurdistan, Rahbar menjelaskan adanya upaya musuh Islam dan Iran di tahun-tahun awal revolusi untuk menebar konflik etnis dan madzhab serta membuat wilayah Kurdistan sebagai kawasan dengan kondisi keamanan yang kritis. Beliau mengatakan, Republik Islam Iran yang bersandar pada dukungan rakyat mampu mengatasi gangguan itu. Akan tetapi semua pihak termasuk kalangan elit dan tokoh harus cerdik dan waspada menghadapi tipu daya jahat musuh-musuh luar.

Saat menjelaskan faktor yang memicu kebencian kaum imperialis dunia terhadap bangsa Iran, Ayatollah Al-Udzma Khamenei menandaskan, sesuai karakternya, pemerintahan Islam memiliki pandangan yang bebas dan tak bisa dipengaruhi oleh kaum arogan dunia. Hal itulah yang membangkitkan permusuhan imperialis dunia terhadap bangsa Iran. Menghadapi permusuhan ini, pemerintahan Islam terpaksa harus membela diri.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut lenyapnya kehinaan dan ketergantungan kepada pihak asing sebagai salah satu buah kemenangan revolusi Islam. Beliau menambahkan, "Pemerintahan Islam memaparkan isu dan hakikat baru yang ‘indah, jelas dan berharga'. Dalam setiap perhitungan dan analisa poin penting ini harus mendapat perhatian penuh."

Rahbar menekankan pula bahwa muncul Iran sebagai negara yang bersatu, teratur, maju dan optimis dengan prestasi-prestasi besarnya, membuat cemas musuh. Sama seperti yang sudah-sudah, musuh tak akan pernah bisa menghentikan gerak laju bangsa Iran yang penuh kebanggaan ini. Sekarang dan kedepan pun mereka tak akan bisa berbuat apa-apa berkat adanya persatuan seluruh elemen bangsa dan kecerdasan para pejabat negara, khususnya langkah cerdik para tokoh dan elit bangsa dan memainkan peran mereka. (irib)

Pejuang Al-Qassam Khalid Galban Gugur dalam Jihad di Khan Yunis


Batalion Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas mengumumkan bahwa seorang pejuang mereka gugur syahid dalam tugas jihad khusus di Khan Yunis selatan Jalur Gaza hari ini Kamis (14/5).

Divisi operasi Al-Qassam menegaskan kepada Infopalestina bahwa pejuang mereka Khalid Al-Galban gugur syahid dalam tugas jihad khusus. Namun mereka tidak memberikan rincian lebih jauh.

Mereka hanya menegaskan bahwa ia gugur syahid dalam kewajiban jihad setelah melakukan berkecimpung lama dalam barisan perjuangan jihad gerakan Hamas dan battalion Al-Qassam. (bn-bsyr;infopalestina)

Ingin Bendung Laju Penduduk Palestina, Israel Culik Anak-Anak Arab


Rezim Zionis Israel kini menerapkan strategi baru menghadapi bangsa Palestina. Penculikan terhadap anak-anak bangsa Arab yang dilakukan mafia Israel merupakan strategi rezim ini untuk menahan laju pertumbuhan penduduk Palestina. Tak hanya itu, anak-anak tersebut kemudian diserahkan kepada keluarga Zionis. Lembaga Perlindungan Anak-anak Mesir mengungkapkan, mafia Israel sejak dibentuk hingga kini telah menculik satu juta anak-anak Arab dan sebelum diserahkan kepada keluarga Zionis mereka dipaksa untuk menjadi Yahudi.

Israel, negara ilegal bentukan Inggris tengah berupaya menambah penduduknya guna menghadapi laju pertumbuhan rakyat Palestina. Yang pasti sebagai negara ilegal, Israel tidak memiliki batasan wilayah dan jumlah penduduk tertentu. Pusat Data Statistik Palestina menyatakan, jumlah warga Palestina pada tahun 1948 sebanyak 1,4 juta jiwa, namun pada akhir 2008 bertambah tujuh kali lipat menjadi 10,6 juta jiwa. 5,1 jiwa penduduk Palestina hidup di wilayah pendudukan. Adapun jumlah warga Zionis sendiri tercatat 5,5 juta jiwa.

Rezim Zionis yang tengah mengalami penurunan jumlah penduduk berupaya menarik warga Yahudi di berbagai wilayah Eropa untuk berimigrasi ke Palestina pendudukan dengan berbagai janji palsu. Namun setelah warga Yahudi dari Eropa tiba di wilayah pendudukan mereka baru menyadari janji palsu yang diberikan Tel Aviv.

Terkait hal ini, pengamat Palestina, Tahsin Al-Halbi mengatakan, arus balik warga Zionis dari wilayah pendudukan disebabkan instabilitas keamanan di wilayah ini. Hal tersebut menjadi masalah serius yang membingungkan para petinggi Tel Aviv. Sementara itu, Koran Haaretz, cetakan Israel menyatakan, sebuah jajak pendapat menunjukkan lebih dari 35 persen pemuda Israel tidak berminat untuk tetap bertahan di wilayah pendudukan. Mereka juga tengah menanti kesempatan untuk berhijrah ke luar bumi pendudukan.

Tingginya kasus kejahatan para pejabat tinggi Tel Aviv menunjukkan kebobrokan masyarakat Zionis dan membuat para imigran tidak betah tinggal di Israel. Sementara itu, kebijakan haus perang dan rasis Tel Aviv dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan para warga Zionis lebih memilih hengkang dari wilayah pendudukan. Banyaknya warga Zionis yang memiliki paspor ganda kian menambah kebingungan para pejabat tinggi rezim ilegal ini. Rupanya para imigran Yahudi telah mengantisipasi hal ini dengan berupaya memiliki paspor ganda. Di tengah kebingungan tersebut Tel Aviv telah menerapkan strategi sadis dengan menculik anak-anak Arab dan kemudian mereka besarkan guna menambah jumlah penduduk rezim ini. Sampai kapankan tindakan kejam Israel ini akan berhenti dan bagaimana masyarakat muslim dunia menyikapi fenomena ini?

Dukung Muqawama dan Perang Lawan Konspirasi Zionis


Ahmad Abdulhadi, anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menekankan urgensi memperluas kerjasama antarkelompok-kelompok muqawama dan negara-negara pendukung muqawama dalam menghadapi rencana ekspansi Rezim Zionis Israel. Ahmad Abdulhadi kepada televisi Al-Alam menyambut pernyataan terbaru Sheik Naim Qasim, Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon mengenai dukungan terhadap muqawama mengatakan, pernyatan ini penekanan terhadap dasar dan prinsip Hizbullah dalam mendukung semua bentuk muqawama dalam menghadapi arogansi Rezim Zionis Israel di kawasan.

Sheikh Naim Qasim tiga hari lalu menyatakan, Hizbullah akan memberikan bantuan segala bentuk dukungan yang dapat dilakukannya kepada muqawama Palestina di Gaza. (irib)

Rahbar: Setiap Ancaman Terhadap Iran Bakal Mendapat Balasan Kilat


Rahbar atau Pemimpin Besar Republik Islam Iran Ayatollah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyebut, "membela keamanan dan memberikan ketenangan kepada kehidupan sosial rakyat" sebagai falsafah angkatan bersenjata Republik Islam Iran. Rahbar sebagai Panglima Tertinggi Seluruh Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran Rabu sore (13/5) dalam acara militer gabungan angkata bersenjata Provinsi Kurdistan, barat Iran menegaskan, bangsa besar Iran dan Republik Islam Iran tidak akan menyerang negara lain, namun dalam menjawab ancaman pihak lain tidak akan menunggu lama dan pasti ancaman, konspirasi dan keinginan buruk para musuh tidak akan berhasil dengan kesiapan bangsa, para pejabat negara dan angkatan bersenjata."

Panglima Tertinggi Seluruh Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengingatkan usaha musuh yang tengah berusaha menciptakan instabilitas. Seraya mengisyaratkan peran sejumlah dinas intelejen asing dan penjajah Irak dalam "mengarahkan dan mengelola" kebanyakan operasi buta teroris, beliau menambahkan, bangsa dan khususnya angkatan bersenjata dan para pejabat negara harus waspada dan senantiasa dalam kondisi siap siaga.

Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menamakan Provinsi Kurdistan sebagai kawasan pemberani dan tanah air "pengorbanan, jihad dan syahadah". Sambil memuji peran dan kerjasama rakyat Kurdistan dan "gelora dan semangat pengorbanan Kurdi muslim" di medan jihad menghadapi konspirasi pihak-pihak asing beliau mengingatkan, kenyataan ini merupakan manifestasi yang tak dapat dilupakan dari semangat patriotik bangsa Iran di kawasan Kurdistan.

Dalam acara ini Panglima Tertinggi Seluruh Angkatan Bersenjata mengunjungi dan melihat dari dekat unit-unit teladan Angkatan Bersenjata, Pasdaran, Basij dan Polisi yang berada di Bundaran San dan diakhir acara unit-unit teladan yang berada di bundaran itu untuk melakukan parade militer. (irib)

Kerjasama Israel dan Otorita Palestina Terbongkar


Ketua Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Rezim Zionis Israel, Gabi Ashkenazi mengungkap kerjasama intelejen antara rezim zionis dengan pemerintah Otorita Palestina dalam perang Gaza. Ashkenazi dalam wawancara dengan koran Zionis Maariv edisi terbaru mengakui bahwa tentara Israel dalam serangan 22 hari ke Gaza melakukan kerjasama intelejen dengan pemerintah otorita Palestina menghadapi pejuang Palestina temasuk Hamas.

Ashkenazi menegaskan, tentara Israel dan pemerintah otorita Palestina selama perang meletus bekerjasama melawan kelompok-kelompok Palestina. Serangan 22 hari rezim Zionis ke Gaza setidaknya menewaskan 1350 orang warga Palestina, menciderai 5.500 dan menimbulkan kerugian materi mencapai tiga miliar dolar terhadap wilayah permukiman, industri, dan infrastruktur Gaza. (irib)

Rahbar: Syiah-Sunni Harus Bersatu


Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei menekankan bahwa para ulama yang mempunyai wawasan kontemporer dapat menjalankan tanggung jawab besar dalam meneggakkan keadilan dan kebenaran serta menentang kezaliman, kefasadan dan fitnah. Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei, kemarin (Rabu, 13/5) di Sanandaj bertemu dengan para ulama dan pelajar agama di Provinsi Kurdistan. Dalam pertemuan tersebut, Rahbar menilai peran para ulama sebagai pelopor reformasi dan kemajuan di tengah masyarakat. Beliau juga meminta para ulama supaya menentang segala menifestasi thaghut atau pemerintah yang lalim. Dikatakannya, " Saat ini, negara-negara arogan selain menunjukkan pedang intimidasi, juga menggunakan teknologi baru media serta metode mutakhir seni dan budaya untuk memaksakan pemikiran batil dan mekanisme lalim kepada dunia. Dalam menghadapi serangan serius ini, ulama harus mengaktulisasi diri sesuai dengan zaman sehingga dapat memberi petunjuk kepada ummat."

Dalam kesempatan tersebut, Rahbar menyebut harapan menghancurkan Republik Islam Iran dan mematikan kemajuan negeri ini sebagai dua harapan pupus Barat. Ditegaskanya, "Dengan berbagai problema dan konspirasi yang dihadapi, Revolusi Islam Iran tetap abadi, bahkan dapat membuktikan kemampuan pemerintah memajukan bangsa dibalik berbagai kemajuan teknologi dan sains yang menakjubkan seperti pengembangan sel induk dan peluncuran setelit ke ruang angkasa. Semua ini membanggakan ummat Islam di dunia." Rahbar menilai kecintaan dan kecenderungan mahasiswa dan cendekiawan dunia Islam atas pemerintah Islam sebagai sejumlah faktor perlawanan terhadap negara-negara arogan dan negara kolot di kawasan.

Seraya menekankan pentingnya kecerdesaan dan kewaspadaan dalam mengenal sahabat dan musuh, Rahbar mengatakan, "Di tengah puncak pembelaan terhadap bangsa Palestina yang tertindas di perang 22 hari, tiba-tiba disebarkan sebuah virus destruktif dan syaithani di tengah masyarakat dengan menyebut bangsa Palestina sebagai kelompok nashibi atau pembenci Ahlul Bait as. Dengan cara ini, sikap sentimen terhadap Ahlus Sunnah akan mengemuka dan masyarakat diprovokasi supaya menolak kebijakan-kebijakan Republik Islam Iran dalam membela bangsa Palestina. Beliau menambahkan, "Sebaliknya, sejumlah pihak mencari kutipan pidato dan buku Syiah yang isinya berpotensi menghujat nilai-nilai sakral Ahlus Sunnah, sehingga masyarakat bersikap sentimen terhadap kelompok Syiah. Akan tetapi ummat Islam, khususnya ulama Syiah dan Sunni harus waspada menyikapi konspirasi musuh-musuh Islam." (irib)

Wednesday, May 13, 2009

BAHAYA DISTORSI PEMBERITAAN MEDIA MASSA DI INDONESIA


Kalau kita cermati, ada kecenderungan umum yang berlaku di tanah air berkait dengan berita. Berikut adalah dua poin saja di antaranya yang menurut penulis dapat sangat berbahaya.
Pertama, pemilihan jenis berita sebagai headline yang cenderung seragam. Dalam kasus ini, sebagian besar—kalau tak dapat dikatakan seluruh—media massa, baik televisi, koran, majalah, dan lainnya secara beramai-ramai mengangkat satu kasus yang sama. Ini dapat berdampak pada pencitraan bahwa kasus itulah memang yang terpenting dan menentukan hidup serta masa depan sang penikmat berita. Kita bisa lihat, misalnya, ketika tabulasi perolehan suara pemilu diumumkan dan diikuti dengan manuver politik para politisi kita, maka seluruh perhatian masyarakat Indonesia tersedot ke sana. Bahkan, ini mengalahkan persoalan sesungguhnya yang menimpa sistem perpolitikan dan perekonomian kita, juga tentang bencana dan penanganan bahaya di bidang kesehatan, misalnya.

Kedua, pembunuhan-karakter , baik personal maupun institusional (nasional maupun internasional) , yang dilakukan secara masif. Secara personal, kasus pembunuhan yang diduga melibatkan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), patut dijadikan contoh. Lepas dari benar tidaknya kasus ini, pencitraan oleh media massa tentu dapat kita saksikan sendiri dengan kasat mata. Betapa, misalnya, "pengadilan" yang dilakukan oleh media telah menempatkan sang tersangka sebagai benar-benar merupakan pelaku, bahkan otak dari kejahatan itu. Kutipan dari narasumber, sang eksekutor pembunuhan maupun "perempuan yang menjadi poros cinta segitiga", benar-benar telanjang dan vulgar. Untuk media televisi, aturan jam tayang bagi aksi kekerasan untuk menjaga mental anak-anak kita benar-benar telah dilanggar.
Dalam kasus internasional, kecermatan kita dalam masalah pembunuhan-karakter ini benar-benar telah dibuat tumpul. Dalam serangan Zionis terhadap Gaza beberapa waktu lalu, misalnya, hal ini sungguh sangat transparan. Betapa, misalnya, bahwa HAMAS-lah yang bersalah sebagai pembantai penduduk Palestina sendiri karena telah melontarkan roket-roket ke "pemukiman Yahudi". Kendati yang menembaki para wanita dan anak-anak Palestina itu dari darat, laut, dan udara adalah tangan-tangan Zionis yang haus darah, tetap saja pemirsa dan pembaca dibuat tak berdaya untuk membuat penilaian yang objektif. Atau, untuk kasus yang menyertainya belakangan ini seperti tertangkapnya "orang Hizbullah" yang menyuplai bantuan bagi yang memang berhak menerima bantuan itu di Gaza, koran sekaliber Kompas di tanah air pun dapat dengan mudah membuat pemberitaan yang sungguh sangat distorsif.
Dalam laporannya medio April lalu, koresponden Kompas di Mesir, Musthafa Abdurrahman misalnya dengan nada tulisan yang agak emosional dan tanpa bukti, menyebut itu sebagai upaya sitematis yang dilakukan oleh Hizbullah untuk melakukan campur-tangan dan infiltrasi, untuk akhirnya menumbangkan pemerintahan Mesir. Nah, kalau sudah begini, kita kemudian menjadi mudah untuk menarik kesimpulan tentang adanya keterkaitan kepentingan pernyataan ini—paling tidak dalam ranah pernyataan—dengan pernyataan sejenis yang diungkapkan secara bersamaan oleh Mesir, pemerintah Zionis, Amerika Serikat, bahkan oleh seorang Sekjen PBB seperti Ban Ki Moon.[]

Israel Racuni 13 Pelajar Lebanon


13 pelajar Lebanon terkena racun akibat menghirup gas berwarna putih yang disebarkan jejt-jet tempur Rezim Zionis Israel saat terbang di atas Lebanon Selatan. Sebagaimana dilansir televisi U TV Lebanon, jet-jet tempur Israel hari Selasa (12/5) terbang di atas daerah Bint Jubail, Lebanon Selatan dan melanggar teritorial udara Lebanon. Sumber-sumber Lebanon mengumumkan, sebagian pelajar Lebanon yang menghisap gas berwarna putih itu kontan jatuh pingsan.
Pelanggaran setiap hari yang dilakukan oleh Rezim Zionis Israel jelas-jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 yang dikeluarkan tahun 2006. (irib)

Tuesday, May 12, 2009

Sayeret Yahalom, Pasukan Khusus Israel


Ketika Israel menyerang Gaza Desember 2008, tidak hanya Angkatan bersenjata Israel biasa (Israely Defense Force, IDF) yang turun, tetapi juga mengerahkan salah satu pasukan khususnya, yaitu Sayeret Yahalom. Keahlian khususnya adalah untuk menyisir keberadaan para anggota HAMAS yang bersembunyi di terowongan rahasia di sekitar jalur Gaza dan Mesir.

Banyak operasi militer yang dilakukuan IDF yang melibatkan Sayeret Yahalom untuk melawan pejuang Palestina. Kemampuan pasukan khusus ini melacak keberadaan terowongan rahasia yang diduga menjadi basis pejuang HAMAS dalam mendapatkan suplai uang, bahan bakar dan persenjataan, ternyata data mereka itu tidak berguna sama sekali ketika Israel menggempur HAMAS di Gaza Desember 2008 lalu.

Berkat informasi Sayeret Yahalomlah, jet-jet tempur IDF ternyata salah menggempur terowongan rahasia yang ada di jalur Gaza. Kenyataannya mereka malah menghancurkan terowongan milik kelompok Fatah anak emas Israel dan Amerika.

Diakui atau tidak, terjadinya insiden kemanusiaan di GAZA yang mengakibatkan korban jiwa yang besar di kalangan warga sipil, salah satunya akibat informasi keliru dan tidak akurat dari Sayeret Yahalom.

Sayeret Yahalom, merupakan pasukan khusus teknis IDF. Nama Yahalom itu sendiri dalam bahasa Ibrani mengandung arti “berlian.” Unit elit ini konon termasuk unit yang sangat dirahasiakan keberadaannya. Sehingga hampir semua operasi yang dilakukan oleh unit ini hampir tidak pernah diketahui atau tidak pernah dipublikasikan kepada publik.

Sayaret Yahalom memiliki kemampuan teknis khusus dalam menjalankan misi sebagai berikut:
1. Misi Komando dan kontra-terorisme.
2. Peledakan dan menanamkan peledak di titik yang telah ditentukan.
3. Menjinakkan bom, ranjau dan melucuti senjata lawan seperti meriam.
4. Sabotase maritim dan menerobos penghalang.
5. Mencari dan menghancurkan terowongan rahasia.
6. Mengembangkan metode canggih serta peralatan untuk misi peledakan dan melucuti senjata lawan.
7. Mengajarkan dan melatih pengeboman serta melucuti senjata lawan kepada prajurit dan unit khusus lainnya.

Sayaret Yahalom ternyata juga memiliki beberapa sub-unit yang memiliki tugas masing-masing.

Yael, adalah sub-unit spesialis misi peledakan, misi sabotase jarak jauh, dan kontra teror dan teknis maritim.

Yachsap (sub-unit pelucut senjata), bertugas memindahkan ranjau di ladang ranjau, melucuti hulu ledak rudal, menangani senjata nuklir, senjata biologis dan senjata kimia, serta pembuangan bom.

Samoor (Musang), sub-unit ini bertugas mencari dan menghancurlkan terowongan rahasia pejuang HAMAS dan menyembunyikan persenjataan.

Dan terakhir Hevzek (kilat), merupakan sub-unit khusus yang mengendalikan robot.

Saat ini, militer Israel sudah mampu mengandalkan robot yang dikendalikan dari jarak jauh. Biasanya robot ini digunakan untuk menyelidiki terowongan rahasia. [islammuhammadi/mt/berbagai sumber]

Hammad: Kami Akan Satukan Barisan Palestina dan Bentuk Front Lawan Israel


Fatehi Al-Hammad Menteri Dalam Negeri pemerintah Palestina menyatakan bahwa badan keamanan mampu mempertahamkan infrastrukturnya meskipun pukulan telak dirasakannya akibat agresi Zionis Israel ke Gaza.

Hammad berkata dalam sambutannya di TV internasional Al-Ikhbariyah kemarin Minggu (10/5) bahwa badan keamanan selama agresi di Gaza mampu bertahan dengan segala serangan meski meskipun banyak personelnya gugur lebih dari 400 orang lebih. Bahkan intansi ini masih bisa bekerja dengan sangat baik di tengah konsisi yang pelik dan kekuatan yang tidak seimbang. Badan keamanan juga berhasil memelihara infrastruktur dan rakyatnya dari sisi keamanan. Mereka juga mampu menjaga front internal dari infiltrasi Israel dari sisi keamanan dan politik.

Ia menyatakan bahwa keamanan Palestina selama 22 hari agresi Israel di Gaza mampu mencatat keberhasilan yang besar dalam melindungi rakyat Palestina. Dan pasca perang badan keamanan memiliki rencana aksi cepat untuk memulihkan keamanan, strukturnya dan melakukan kontrol penuh dalam bidang keamanan.

Hammad berkata bahwa departemen yang dipimpinnya akan bekerja menyatukan barisan rakyat Palestina, membentuk sebuah front internal yang kuat dalam menghadapi Israel, blokae dan agresi. Ia menyampaikan peringatan agar politik Palestina tidak dipengarugi oleh tekanan dan agenda asing dalam mengurus pemerintahan Jalur Gaza. Pihaknya juga akan menyeret setiap kasus hukum ke pengadilan dan akuntabilitasnya.

Hammad mengatakan bahwa instansi keamanan setelah perang Israel akan bekerja mengembalikan sebagian dari kantor pusat yang rusak untuk direkonstruksi. Untuk jangka panjang proses rekonstruksi akan dilakukan terhadap seluruh kantor yang hancur oleh pasukan pendudukan Israel selama agresi ke Jalur Gaza.

Rekonstruksi kantor keamanan itu membutuhkan puluhan juta dolar, karenanya, ia meminta kepada negara Arab dan Islam yang membela rakyat Palestina selama agresi di Gaza untuk membantu di bidang ini. Sebab pembangunan kembali Gaza, tidak kalah tegangnya dengan kondisi selama perang.

Soal ancaman musuh Israel akan menggelar perang baru ke Jalur Gaza, Mendagri Palestina ini mengatakan bahwa ini bukan ancaman baru, di mana Israel selalu menjadi ancaman bagi rakyat Palestina. Ia menekankan kesiapan rakyat Palestina sepenuhnya untuk menghadapi segala kejahatan Israel.

Hammad mengatakan, rakyat Palestina mampu mencatat kemenangan besar atas Israel dalam agresi di Gaza. Sehingga musuh Israel ini tidak akan dapat kembali melakukan perang seperti perang sebelumnya. Sebaba agresi Israel sudah mencoba untuk mencapai targetnya namun mereka menemukan kekalahan yang pahit dimana konsekuensinya masih terus dirasakan dalam bidang keamanan, politik, militer, dan parlemen.

Hammad berkata bahwa ada kutukan dan protes dunia, negara, bangsa dan lembaga terhadap agresi Israel di Gaza. Terutama ahli hukum internasional yang memperkarakan elit Israel sebagai penjahat perang ke pengadilan internasional. Sehingga factor ini bisa jadi akan menggagalkan agresi Israel lainnya di Jalur Gaza. (bn-bsyr;infopalestina)

Dinkes Palestina Ingatkan Bahaya Ketidaktersediaan 65 Jenis Obat dan 95 Alat Medis


Managemen Umum Keapotikan di Departemen Kesehatan Palestina mengingatkan dalam laporan bulannya bahwa sejumlah obat-obatan persediaannya nol yang bulan ini mencapai 65 jenis obat setelah bulan lalu hanya 61 jenis obatan yang persediannya nol. Sementara pelayanan dan perawatan medis lainnya juga persediannya nol mencapai 95 jenis pelayanan dan perawatan setelah bulan sebelumnya hanya 69 jenis.

Dalam salinan pernyataan yang diterima oleh Infopalestina kemarin Senin (11/5) mereka mengingatkan bahaya berlanjutnya aksi blockade perlintasan dan tindakan Israel melarang masuknya obat-obatan dan peralatan medis ke RS di Jalur Gaza padahal itu sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan puluhan nyawa pasien Palestina.

Mereka meminta kepada dunia untuk segera intervensi untuk menekan Israel menghentikan tindakan permusuhannya dalam memblokade 1,5 juta warga Jalur Gaza sejak tiga tahun terakhir. (bn-bsyr;infopalestina)

Monday, May 11, 2009

Pejuang Muqawama Palestina Balas Aksi Zionis


Pejuang muqawama Palestina menembakkan sebuah roket ke kawasan Israel Selatan sebagai balasan atas serangan rezim Zionis ke kawasan otonomi Palestina yang meliputi Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza. Terkait hal ini, radio rezim Zionis mengakui serangan roket pejuang Palestina Ahad Malam seraya mengklaim bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban.

Sementara itu, sumber Palestina melaporkan bahwa pasukan rezim Zionis hari Ahad menyerang kawasan otonomi Palestina dan menawan tiga warga Palestina serta menghancurkan perahu nelayan milik warga Gaza. (irib)

Sunday, May 10, 2009

Zehar: Kami Berjuang Demi Transaksi Mulia


Petinggi gerakan Hamas Dr. Mahmud Zehar menegaskan kedudukan para syuhada dan peran mereka dalam pembebasan tanah Palestina dan mengusir musuh. Dia menyatakan dua daerah Sabra dan Tel Islam telah berhasil melumpuhkan 25 tank tempur Zionis Israel dalam agresi terakhir ke Jalur Gaza.

Hal tersebut disampaikan Zehar dalam acara upara penghormatan kepada para syuhada di daerah Sabra yang diadakan gerakan Hamas, Jum’at (8/5) malam. Dalam kesempatan ini Zehar menyinggung madalah dialog Palestina di Kairo dengan mengatakan, “Yang menyakitkan kita adalah kita melihat, meski hanya seorang dari bangsa Palestina, yang bergantung hatinya pada musuh.” Dia juga berharap upaya-upaya ini membuahkan rekonsiliasi Palestina hakiki yang mendukung persoalan Palestina.

Zehar menegaskan, “Bila mereka ingin berpartisipasi bersama kita membela tanah air maka ahlan wa sahlan. Dan apabila mereka ingin mengembalikan bola maka tidak ada tempat lagi bagi mereka di tengah-tengah kita.”

Berkaitan dengan pertukaran tahanan, petinggi Hamas ini menegaskan bahwa gerakah Hamas telah menghancurkan banyak rintangan dalam masalah pertukaran ini. Tidak ada yang tersisa kecuali pembukaan pintu-pintu penjara. Dia menambahkan, “Kita berjuang, bersiaga dan berteguh hati demi transaksi mulia yang memenuhi Palestina dengan para syuhada.” (seto/infopalestina)

Tentara Zionis Serang Demonstran Palestina dan Aktivis Asing


Sabtu, 09 Mei 2009

Tentara rezim Zionis Israel menembak empat demonstran Palestina di ‎Tepi Barat Sungai Jordan. Televisi Al Alam melaporkan, hari ini 9/5 militer ‎Israel menunggunakan bom-bom suara dan menembakkan gas air mata ‎untuk membubarkan demonstrasi warga Palestina yang menuntut ‎penghentian pembangunan tembok pemisah Zionis. Di tempat lain, tentara ‎Israel juga menyerang dan mencederai warga Palestina dan sekelompok ‎aktivis perdamaian asing di utara kota Al-Khalil.

sumber: http://indonesian. irib.ir/

Saturday, May 9, 2009


Penghitungan- akhir hasil pemilu legislatif memang belum diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan beragam persoalan di seputar itu masih saja tak kunjung usai. Namun, ada gejala yang patut membuat bangsa ini merasa khawatir, yaitu lolosnya artis dalam jumlah yang cukup banyak untuk melenggang ke Senayan karena telah mengantongi jumlah suara yang cukup. Sebut saja, misalnya, Eko Patrio, sang pelawak nasional. Calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan di Jawa Tengah ini kini berada di atas angin untuk terbang ke gedung DPR di Jakarta.
Juga Mandra, sang artis pelawak kelahiran Betawi ini disebut-sebut bahkan mampu menggeser politisi senior Abdillah Thoha, sang wakil PAN sebelumnya untuk daerah pemilihan Jakarta. Atau juga Angelina Sondakh, sang ratu kecantikan versi tanah air, anggota legislatif dari Partai Demokrat (PD). Bahkan di Jawa Timur, seorang artis Dangdut di sebuah kampung pun terpilih sebagai anggota DPRD kabupaten.
Secara nasional, antusiasme para artis untuk menjadi anggota legislatif memang sangat tinggi. Sebab, kata mereka, terlibat dalam persoalan bangsa adalah hak semua elemen masyarakat. Dan sebagai artis, mereka telah memiliki modal suara lantaran popularitasnya. Ini pun terbukti dengan bertambahnya (secara signifikan) jumlah artis yang akan memasuki gedung wakil rakyat dalam periode lima tahun ke depan. Cukup menarik komentar pengamat politik dan sejarah, Anhar Gonggong, beberapa waktu lalu di sebuah stasiun televisi nasional, yang menyebut periode DPR mendatang ini sebagai DPR terburuk di sepanjang sejarah DPR kita.
Kalau kita simak penuturan para artis itu dalam berbagai kesempatan wawancara untuk melihat visi dan misi mereka, maka kita patut mengelus dada. Bang Mandra, misalnya, berniat akan menyelamatkan dan mengembangkan kebudayaan Betawi; menjadi tuan di negeri sendiri. Memang, niat ini bukanlah sesuatu yang salah, tetapi bagaimana mungkin anggota legislatif yang semestinya memandang semua persoalan secara nasional masih berwawasan kedaerahan seperti itu? Bukankah yang seharusnya dipikirkan adalah kebudayaan bangsa ini secara keseluruhan yang tak pernah dibangun dengan dasar dan orientasi yang valid?

Lain lagi dengan Mas Eko. Beliau bercita-cita agar kesenian beroleh porsi yang semestinya di negeri ini. Bahkan beliau telah memasang ancang-ancang; akan duduk di komisi (DPR) yang khusus menangani kesenian. Bukankah ini juga muncul dari semangat yang sama; yang mengusung hal-hal yang bersifat sektorial dan tak dapat melihat kepentingan nasional secara keseluruhan? Mungkinkah membangun DPR yang kuat, apabila anggota-anggotanya hanya memiliki kapabilitas yang rendah dan tak mampu membaca keterkaitan satu kebijakan politik dengan kebijakan politik lainnya?
Ya, keterlibatan para artis nasional—kalau tak dapat disebut sebagai intervensi—dalam beragam persoalan bangsa memang sudah sangat mewabah saat ini. Bahkan dalam persoalan-persoalan keagamaan yang relatif sakral pun mereka "pasang badan". Dunia gemerlap sebagai selebritis—yang cenderung profan dan bersifat permukaan—tak menghalangi mereka untuk memberikan "fatwa" di seputar ajaran agama. Sering kita dengar mereka mengatakan bahwa goyangan yang begini halal dan goyangan yang begitu haram. Atau bahwa kehidupan mereka (dalam persoalan perkawinan dan perceraiannya) adalah lantaran telah ditentukan oleh Yang di Atas (maksudnya Tuhan).
Sebenarnya, dalam kacamata profesionalitas, pilihan para artis ini untuk menjadi anggota legislatif adalah sebentuk "campuraduk yang tak masuk akal". Karena itu, bukankah lebih elegan apabila mereka tetap di dunianya (sebagai artis) dan memberikan kontribusi yang tepat bagi bangsa ini, misalnya dengan menjadikan seni sebagai khazanah kemanusiaan yang membangun kesadaran mereka sebagai makhluk yang mulia? (islamtimes)

Hamas Ingin Damai dengan Israel?


Organisasi perlawanan Palestina, Hamas, dilaporkan akan menawarkan usulan periode tenang kepada Israel menyusul kekerasan yang terjadi pascaserangan Gaza, awal tahun ini.

Seperti diberitakan Press TV, Jumat (8/5/2009), penawaran itu disampaikan pihak Hamas kepada Mesir selalaku mediator perdamaian.

Seorang sumber di Mesir yang menolak menyebutkan namanya menyatakan, tawaran itu diberikan dengan syarat Israel menghentikan kekerasan di Jalur Gaza.

Serangan Israel atas Gaza selama 23 hari menewaskan lebih dari 1.300 orang, di mana 900 lebih merupakan masyarakat sipil. Pada pertengahan Januari, kedua pihak mengumumkan gencatan senjata sepihak.

Sejak itu, Mesir aktif menjadi mediator pembicaraan damai Israel dan Hamas.(ton/okezone)

Friday, May 8, 2009

Oleh-oleh dari Iran


”PR" sempat terkejut ketika Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, M.S., tiba-tiba mengajak masuk ke dalam mobil. Pasalnya, baru pertama kali Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung itu berwajah serius.

"Ada apa, Pak Rektor?" tanya "PR".

"Saya baru saja tiba dari Iran. Yuk, ikut ke dalam mobil. Ada cerita banyak dan menarik soal Iran. Tapi, sekarang saya mau menghadiri acara pelepasan lulusan Program Mengajar Akta IV Fakultas Tarbiyah dan Keguruan," ujarnya.

"PR" pun ikut masuk ke dalam ruangan Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD. Benar saja, begitu diberi kesempatan menyampaikan pidato sambutan, Nanat Fatah langsung mengawali ceritanya berjalan-jalan ke negeri para mullah Iran.

"Saya kaget ketika tahu ternyata sangat jarang orang Syiah di Iran yang melakukan kawin kontrak. Di sana, perbuatan kawin kontrak itu merupakan sesuatu yang memalukan. Ya, semacam aib bilamana ada yang kawin kontrak. Di Islam itu kan lebih dikenal poligami daripada kawin kontrak," tutur Nanat.

Diceritakannya, semula ia menduga kasus kawin kontrak hanya terjadi di Iran. Kalaupun dilakukan di luar Iran, orang yang bersangkutan adalah penganut paham Syiah. Akan tetapi, di Iran sendiri ternyata jarang dijumpai kasus kawin kontrak atau mut'ah.

 
Selain itu, Nanat juga terperanjat kaget ketika mengetahui heroismenya rakyat Iran. Pasalnya, heroisme itu dikaitkan dengan gairah belajar atau menuntut ilmu. "Di sana, anak-anak sekolah itu justru nangis ketika datang masa liburan. Di Indonesia, kan terbalik. Mendekati masa liburan saja, sudah gembira. Di Iran, libur sekolah berarti kehilangan kesempatan belajar," ungkap Nanat.

Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat ini berpandangan, mayoritas rakyat Iran rajin belajar karena ingin mengembalikan kejayaan peradaban Persia yang hilang. Mereka pun menyatakan adanya "musuh bersama" yang harus dihadapi secara cerdas.

Sambil membeberkan data dengan penuh semangat, Nanat yang bicara di podium --di depan peserta wisuda program Akta Mengajar IV Fak. Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD-- itu juga mengungkapkan tentang adanya nuklir yang sudah disiapkan menuju sasaran sejumlah tempat di luar Iran.

"Kaum mullah yang berbusana khas Persia itu ternyata banyak bergelar profesor dan mereka cerdas-cerdas. Jika ditanya soal AS, mereka jawab kelak Iran akan menjadi negara adidaya dan bisa mengembalikan kejayaan masa silam negeri Persia," tutur Nanat. (Achmad Setiyaji/"PR" )***

Thursday, May 7, 2009

Ahmadinejad: Muqawama Solusi Tunggal Kalahkan Zionis


   Presiden Republik Islam Iran, Mahmod Ahmadinejad menyatakan bahwa ‎muqawama dan kesabaran dalam perjuangan merupakan satu-satunya ‎jalan mencapai kemenangan akhir menghadapi rezim Zionis Israel. ‎Sebagaimana dilaporkan wartawan IRIB, Ahmadinejad Selasa malam (5/5) ‎dalam pertemuan dengan kelompok-kelompok Palestina di Damaskus ‎menuturkan bahwa rezim Zionis dan antek-anteknya berada dalam jurang ‎keruntuhan. Ditegaskannya, negara-negara Islam dengan segenap ‎kekuatan dan dengan berbagai cara harus mendukung muqawama dan ‎bangsa Palestina. ‎

   Ahmadinejad dalam statemennya mengatakan, para pendiri rezim Zionis ‎tidak bisa dijadikan sebagai mediator yang baik dalam menyelesaikan ‎masalah Palestina. Ditegaskannya, logika rezim Zionis dan antek-‎anteknya di dunia gagal dan jika seseorang mengharapkan logika dari ‎rezim ini maka dipastikan ia pun akan mengalami kegagalan. 


   Di lain pihak, delegasi kelompok-kelompok Palestina dalam pertemuan ‎dengan Ahmadinejad menegaskan pentingnya membangun front bersama ‎menghadapi dalam rezim Zionis dan AS. Para wakil kelompok Palestina ‎mengapresiasi sikap dukungan Iran terhadap bangsa Palestina seraya ‎mengatakan, membongkar identitas rezim Zionis dan antek-anteknya dan ‎melindungi serta memperkokoh muqawama merupakan strategi ‎kemenangan menghadapi Zionis. (irib)

Wednesday, May 6, 2009

Jelang Penarikan Pasukan AS, Irak Terus Kisruh


   Sekelompok teroris meledakkan bom di selatan Baghdad, menewaskan ‎sepuluh orang. Ledakan bom terjadi hari ini (Rabu, 6/5)di pasar buah ‎sekitar wilayah Al-Daurah, selatan Baghdad, yang juga menciderai 35 ‎orang lainnya. Pejabat Departemen Dalam Negeri Irak dan pejabat ‎Kementerian Pertahanan masing-masing mengkonfirmasikan jumlah ‎korban sebanyak sepuluh orang dari ledakan itu, yang terjadi sekitar pukul ‎‎07:00 waktu setempat.

   Kemarin, sekelompok orang bersenjata tak dikenal menembak mati ‎seorang polisi Irak di kawasan Al Sakr, timur Mousul. Dilaporkan pula, ‎seorang warga tewas dalam ledakan bom yang menarget satuan patroli ‎Irak di kawasan Raas Al-Jadah, barat Mosul. Ledakan bom lainnya dekat ‎pos pemeriksaan polisi Irak di kawasan Al-Jadidah di Mousul dilaporkan ‎menciderai seorang polisi.‎

   Dalam beberapa pekan belakangan ini, Baghdad dilanda serangkaian ‎serangan bom mematikan yang ditujukan ke daerah-daerah sipil yang ‎padat. Sejak September, April adalah bulan paling berdarah di Irak, yang ‎berdasarkan data resmi sdudah menewaskan 355 orang.
 
   Peningkatan serangan-serangan belakangan ini terjadi setelah dua tahun ‎situasi keamanan di seluruh negara itu membaik. Akan tetapi kurang dari ‎dua bulan sebelum batas waktu penarikan pasukan AS dari semua kota ‎besar dan kecil Irak, negeri ini kembali menjadi sasaran kelompok-‎kelompok teroris. Irak menegaskan bahwa jadwal yang tertuang dalam ‎satu perjanjian keamanan yang ditandatangani dengan Washington, bulan ‎November tahun lalu, tidak akan diubah. Para pejabat dan rakyat negara ‎ini berkeyakinan bahwa aksi-aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini di Irak ‎adalah konspirasi AS dengan melibatkan kelompok-kelompok teroris ‎negara ini.‎ (irib)

Tuesday, May 5, 2009

Pasukan Zionis Berhadapan Dengan Rentetan Peluru Di Gaza


     Para mujahidin Palestina melakukan pembalasan atas kekejian yang dilakukan Zionis baru-baru ini di Jalur Gaza dengan melancarkan tembakan ke arah sekelompok angkatan perang Israel yang sedang beroperasi di timur Beit Hanoun.
     Sayap militer dari Front Pembebasan Palestina (PFLP), Brigade Abu Mustafa, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, termasuk serangan terhadap kamera pengintai milik militer Israel juga sebuah pemantau di utara Jalur Gaza.
     Serangan tersebut terjadi sebagai pembalasan atas kekejaman Zionis Israel terhadap warga Palestina. "Serangan tersebut dilakukan sebagai perlawanan lanjutan terhadap pendudukan Israel di Palestina," sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan Brigade Abu Mustafa.
    Sabtu (2/5) lalu, pasukan militer Israel melancarkan kekejiannya terhadap warga Palestina di perbatasan. Tank-tank dan buldoser Israel melewati perbatasan utara dan memasuki Beit Lahiya sambil menembaki petani Palestina di ladangnya di wilayah Faraheen, sebelah timur kota Khan Yunis.
     Pesawat perang Israel pun melancarkan serangkaian serangan udara di selatan perbatasan dua hari lalu, menyebabkan dua orang tewas dan empat orang luka-luka. (arrahmah)

Israel Rezim Teroris, Hamas Bersumpah Teruskan Perlawanan


     Hamas bersumpah akan menghadapi setiap agresi Israel ke Jalur Gaza dengan kekuatan yang dimilikinya dan tidak akan menyerah atau menggadaikan kepentingan negara dan rakyat Palestina pada Zionis Israel.
     Bagi Hamas, rezim Zionis Israel adalah pemerintahan "kriminal" yang ingin memberangus para pejuang Palestina sehingga rakyat Palestina tidak memiliki pertahanan lagi.
     "Pemerintahan rezim Zionis selama adalah pemerintahan yang berisi para penjahat dan teroris. Mereka menjalankan pemerintahan berdasarkan pada kebijakan eskalasi serangan militer dengan target melemahkan perjuangan Palestina," tukas anggota parlemen dari Hamas, Dr. Salah Al Bardaweel dalam wawancara dengan Palestine Information Center, Minggu (3/5).
      Menurut Bardaweel, pemerintahan Israel sekarang dibawah pimpinan Benjamin Netanyahu juga tidak pernah berniat menciptakan perdamaian, karena pemerintahan Netanyahu masih bicara soal perang dan mengancam akan mengulang kembali serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.
      Israel, kata Bardaweel, tidak perlu mencari-cari alasan untuk melakukan agresinya karena kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina tidak pernah berhenti. Ia menambahkan, Hamas akan terus siaga mengantisipasi agresi baru Israel atau serangan Israel yang menargetkan pembunuhan terhadap para pimpinan Hamas.
      Bardaweel dalam wawancara dengan PIC kembali menyerukan negara-negara Arab dan Muslim, serta dunia internasional untuk melindungi rakyat Palestina dari mesin-mesin perang Israel.
      Sementara itu, kementerian kesehatan otoritas Palestina mengingatkan jumlah warga Palestina yang sekarat dan meninggal dunia akibat blokade Israel di Gaza jumlahnya terus bertambah. Terakhir, Rabie Qabbani, seorang anak Palestina berusia 5 tahun, meninggal dunia karena tidak bisa keluar dari Gaza untuk mendapatkan pengobatan.
      Laporan kementerian kesehatan otoritas Palestina juga menyebutkan bahwa tentara Zionis menolak memberikan ijin keluar dari Gaza bagi sepuluh warga Palestina yang sakit parah. Terkait hal ini, kementerian meminta Mesir membuka perbatasan Rafah, karena Rafah satu-satunya perbatasan yang dikelola oleh Mesir sebagai tetangga Palestina. Saat ini, masih banyak pasien di rumah-rumah sakit Palestina di Gaza yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dengan peralatan seadanya.
      Mesir menolak permintaan otoritas Palestina membuka perbatasan dengan alasan perbatasan Rafah sudah menjadi urusan internasional. (eramuslim)