Contributors

Don't miss
Showing posts with label Iran. Show all posts
Showing posts with label Iran. Show all posts

Sunday, November 30, 2014

Jenderal IRGC Peringatkan Aksi Spionase BBC di Iran


12 Imam ~ Ketua Humas dan Departemen Umum Korps Pengawal Revolusi Islam IRGC, Ramezan Sharif pada Sabtu, 29/11/14, memperingatkan British Broadcasting Corporation (BBC) yang menurutnya tengah melakukan kegiatan rahasia terhadap Republik Islam.

"BBC melakukan banyak tindakan terhadap Iran di belakang layar, dan ini adalah bagaimana cara musuh negara bergerak dibalik layar" kata Sharif, dalam pertemuan besar di Selatan Bushehr pada Sabtu di Tehran.

Menurutnya, BBC selama ini menerapkan upaya permusuhan terhadap Iran setelah Revolusi Islam dan kemerdekaan negara itu dari negara-negara barat.

Pada bulan September 2011, kementerian intelijen Iran menegaskan bahwa pasukannya telah menangkap anggota jaringan rahasia yang mensuplai informasi kepada BBC, dan menuduh mereka memberikan dukungan logistik untuk perang lunak terhadap Iran.

Sementara Humas Kantor Kementerian intelijen dalam sebuah pernyataan mengatakan, beberapa orang ditangkap setelah melakukan pemantauan, langkah-langkah pengendalian dan pengumpulan berbagai informasi di dalam dan di luar negeri oleh personal intelijen Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Pernyataan itu menambahkan, anggota jaringan rahasia, beberapa di antaranya baru saja ditangkap, berkolaborasi dengan BBC dalam menutup-nutupi kerja dinas rahasia Inggris dalam pertukaran info untuk sejumlah besar uang.

Kementerian itu mengumumkan, penyelidikan kasus terkait dan pencarian sisa-sisa anggota jaringan sedang berlangsung.

Kasus ini bukan pertama kalinya dimana BBC melakukan aksi spionase terhadap Iran dan mengekspos laporan palsu tentang realitas sosial dan politik di Iran.

Dalam kasus sebelumnya, setelah pemilihan presiden pada bulan Juni 2009, Iran memerintahkan koresponden tetap BBC di Tehran Jon Leyne segera meninggalkan negara itu.

Koresponden BBC itu melaporkan berita palsu dan perubahan realitas pada pemilihan presiden Iran ke-10 oleh BBC, demikian Biro Kementerian Kebudayaan Iran mengeluarkan pernyataan untuk mengusir koresponden BBC.

"Mengingat fungsi dan kinerja BBC yang mendistorsi dan mengubah realitas pemilu di Iran, Jon Leyne, koresponden permanen jaringan (BBC) diusir," kata pernyataan itu pada saat itu.

Laporan BBC itu mendorong kerusuhan di Iran dan menghancurkan properti pribadi dan fasilitas umum pasca pemilu melalui taktik media dan perang psikologis.

Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran, Ali Jannati pada bulan Agustus lalu juga menegaskan bahwa Tehran tidak akan membiarkan BBC membuka kembali bironya di Iran.

"Tidak ada lisensi yang dikeluarkan untuk operasi BBC, dan tidak ada keputusan yang dibuat untuk membuka kembali kantor BBC di Tehran," kata Jannati kepada wartawan di Tehran.

"Mereka yang acuh tak acuh atau menentang Revolusi dan bertindak tidak sesuai dengan kebijakan ini, tentu tidak akan memiliki dukungan kami," tambahnya. [IT/Onh/Ass]

Friday, November 28, 2014

Khamenei: Seluruh Iran Akan Bangkit Tolak Tuntutan Adikuasa


12 Imam ~ "Dalam negosiasi [nuklir], jika hal-hal yang masuk akal diajukan dan aturan yang adil serta bijaksana dibuat, kami akan menyetujuinya. Tapi Iran, dari pejabat sampai rakyat...akan bangkit melawan tuntutan yang berlebihan," kata Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan anggota Basij (relawan Iran).

Beliau menegaskan bahwa rakyat Iran dan pihak lain dalam negosiasi harus tahu bahwa "jika pembicaraan gagal, yang sangat merugi adalah orang Amerika bukan Iran."

Dalam putaran terakhir pembicaraan sebelum tenggat waktu 24 November, Iran dan kelompok P5 + 1 menggelar perundingan nuklir tertutup yang intens selama seminggu di Wina, Austriademi demi mencapai kesepakatan akhir.

Kedua pihak memutuskan memperpanjang pembicaraan sampai tujuh bulan lagi. Mereka juga sepakat bahwa kesepakatan interim yang ditandatangani di kota Swiss Jenewa November lalu akan berjalan sampai 1 Juli 2015.[IT/r]

Tuesday, November 18, 2014

Ayatullah Khamenei: Musuh Sebar Islamophobia


12 Imam ~ Dalam upacara kelulusan Akademi Militer Imam Ali pada Senin (17/11/14) di Tehran, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa musuh menggunakan segala kekuatan -- seni, politik, militer -- agar suara Islam murni tidak bisa didengar.

Beliau mengatakan musuh mempromosikan Islamofobia dengan menciptakan kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan pembantaian warga sipil atas nama Islam.

Ayatullah Khamenei menekankan kekuatan tirani global sangat khawatir atas kekuasaan Islam. Itulah sebabnya mereka melakukan semua kemampuan mereka untuk menyebarkan Islamophobia di seluruh dunia.

Beliau mengatakan bahwa Islam menyampaikan pesan kesejahteraan, martabat, kehormatan dan kedamaian bagi umat manusia tapi kekuatan tirani berusaha mencegah masuknya pesan nyata Islam ke negara-negara lain.[IT/r]

Thursday, November 13, 2014

Dua Senator AS Pro Israel Ancam Iran


12 Imam ~ Senator dari kubu Demokrat, Bob Menendez dan Senator dari kubu Republik Mark Kirk membuat ancaman dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis hari Rabu (12/11/14).

Pernyataan itu mengklaim bahwa kesepakatan itu harus "membongkar" program nuklir Iran dan mampu mencegah Tehran menjadi "negara senjata nuklir."

Keduanya juga mengatakan jika kesepakatan tidak memenuhi tuntutan mereka, mereka akan mengambil tindakan seperti yang mereka lakukan di masa lalu.

Ancaman itu muncul setelah tiga hari perundingan antara delegasi Iran dan enam kekuatan dunia di Muscat, ibukota Oman.

Salah satu agenda pembicaraan Muscat adalah volume pengayaan uranium Iran dan jadwal  penghapusan sanksi anti-Iran.

Kedua senator AS itu juga berharap mereka dapat mencari dukungan sikap anti-Iran mereka di Senat yang didominasi oleh Partai Republik.[IT/r]

Wednesday, November 12, 2014

Rouhani: Iran Siap Bantu Irak Melawan Terorisme


12 Imam ~ Presiden Iran Hassan Rouhani dalam sebuah pernyataan mengatakan, negaranya selalu berdiri di sisi rakyat Irak dalam upaya melawan terorisme. Pernyataan itu diutarakannya dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Irak Nouri al-Maliki di Tehran, Selasa, 11/11/14.

Rouhani menyebut bahwa Irak adalah sebuah negara tetangga yang ramah dan Iran mendukung tanpa syarat rakyat Irak.

Terkait terorisme, Rouhani menyatakan, rakyat dan tentara Irak pasti dapat membela negara mereka dalam menghadapi teroris dan tidak memerlukan kehadiran militer lain di negara itu.

"Menjaga persatuan Irak dan integritas teritorial penting bagi Irak, karena Irak yang bersatu dapat membantu memberikan stabilitas wilayah," katanya.

Upaya konstruktif hubungan dan kerja sama antara kedua negara akan diperluas, tambahnya.

Mengomentari situasi di kawasan Timur Tengah, ekstremisme, kekerasan, terorisme dan penurunan harga minyak menurut Rouhani adalah salah satu masalah yang diciptakan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Maliki menyatakan, kawasan ini menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh para teroris dan plot asing.

Dan menurutnya, Irak berhasil menghambat kemajuan teroris, namun perkembangan regional dapat mempengaruhi situasi di negara-negara tersebut. [IT/Onh/Ass]

Komandan IRGC: Rudal Hizbullah, Suriah dan Palestina Produk Iran


12 Imam ~ Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Aerospace Force, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan rudal-rudal yang diproduksi Suriah, Hizbullah dan Perlawana Palestina sepenuhnya dibangun oleh Republik Islam Iran.

"Produksi rudal Suriah dibangun oleh Iran, termasuk rudal yang dirancang oleh Iran sedang diproduksi di sana," kata Hajizadeh dalam sebuah wawancara pada Selasa, 11/11/14.

Bahkan, lanjutnya, kelompok-kelompok Perlawanan Palestina dan Libanon telah menerima pelatihan cara memproduksi rudal dari Iran.

"Saat ini, Hizbullah Libanon, dan perlawanan Palestina berkembang sangat kuat dalam bidang ini (produksi rudal)," kata Hajizadeh.

Sebelumnya, pejabat senior IRGC pada bulan September lalu mengumumkan bahwa Iran berdiri di antara kekuatan rudal top dunia.

"Hari ini, Iran Islami tumbuh pesat menjadi kekuatan rudal keenam di dunia, dan ini adalah sumber utama kebanggaan Revolusi," kata Wakil Kepala IRGC Brigjen Nourollah Nourollahi di provinsi Utara Semnan. [IT/Onh/Ass]

Sunday, October 19, 2014

Iran Panggil Duta Pakistan Pasca Insiden Pembunuhan 2 Polisi Perbatasan


12 imam ~ Iran telah memanggil duta besar Pakistan di Teheran untuk membahas serangkaian insiden teroris yang membunuh beberapa penjaga di perbatasan Iran-Pakistan. 

Pada Sabtu malam (18/10/14), Direktur Kementerian Luar Negeri untuk Urusan Asia Barat Rasoul Eslami memprotes fakta bahwa wilayah Pakistan digunakan oleh kelompok-kelompok teroris dan bandit untuk menyerang penjaga di perbata
san Iran, dan meminta Islamabad untuk mengambil tindakan serius untuk mencegah insiden serupa.

Dalam bentrokan terbaru, dua petugas polisi perbatasan Iran tewas dan beberapa lainnya terluka di bagian tenggara Iran pada hari Kamis (16/10/14) dalam konflik bersenjata dengan sekelompok bandit di perbatasan Iran-Pakistan. 
  

"Kami tidak dapat menerima bahwa sejumlah teroris dan bandit memasuki wilayah dan tanah Iran dan membunuh penjaga perbatasan negara kita," kata Eslami kepada Duta Pakistan Noor Mohammad Jadmani. 

"Masalah seperti ini harus dicegah karena dapat membahayakan hubungan persahabatan antara kedua negara, dan kedua belah pihak harus mencari solusi untuk mencegah musuh melakukan aksi brutalnya," ungkap pejabat Iran. 

Jadmani, untuk bagian itu, menyatakan kesedihan atas insiden teroris tersebut dan berjanji untuk menyampaikan isu ini ke Islamabad. 

Iran telah berulang kali mengkritik tetangga timurnya karena gagal mengendalikan para teroris yang menyeberang kembali perbatasan Iran-Pakistan setelah melakukan serangan mereka di tanah Iran.(IT/TGM) (12I)

Saturday, October 11, 2014

Hamas: Kami Menahan Sejumlah Tentara Israel Selama Perang Gaza


Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengumumkan penahanan sejumlah tentara rezim Zionis Israel yang ditangkap selama Perang 50 hari Gaza.


Seperti dilaporkan Fars News (11/10), Hamas untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang 50 hari Gaza mengumumkan, "Hamas menahan sejumlah tentara Israel selama Perang 50 hari Gaza dan saat ini mereka berada dalam tahanan pejuang Palestina."

Sumber-sumber resmi Hamas kepada surat kabar Palestina, Qods mengabarkan, Hamas memiliki sejumlah kasus yang akan disampaikan dalam perundingan tidak langsung dengan Israel terkait pertukaran tahanan.

Ditambahkannya, tidak ada satu informasipun terkait hidupnya para sandera Israel,  yang akan diberikan kepada rezim itu secara cuma-cuma,dan Israel akan terkejut mendengar informasi terbaru soal tentara-tentaranya.

Sehubungan dengan masalah ini, Mohammed Nazzal, anggota Biro PolitikHamas, Jumat (10/10) mengatakan, "Perundingan dengan Israel soal pertukaran tahanan Palestina akan segera dimulai."

Ia melanjutkan, "Perundingan antara petinggi Hamas dan Israel terkait masalah pertukaran tahanan akan dilakukan secara tidak langsung dan kemungkinan besar digelar di Kairo, ibukota Mesir."

Anggota senior Hamas itu menjelaskan bahwa perundingan soal pertukaran tahanan adalah sebuah masalah yang sepenuhnya berbeda dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan perundingan tidak langsung Palestina-Israel di Kairo terkait upaya memperkuat gencatan senjata di Jalur Gaza.

Pada tahun 2011, Hamas berhasil membebaskan 1.027 sanderanya yang ditukar dengan Gilad Shalit, seorang tentara Israel yang ditangkap di dekat Gaza.

Saat ini lebih dari tujuh ribu warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel. 

Geliat Ekonomi Iran Dinilai Positif oleh IMF


Humas Bank Sentral Iran (11/10) melaporkan, Naoyuki Shinohara, Deputi Direktur Pelaksana IMF, Jumat (10/10) dalam pertemuan dengan Valiollah Seif, Direktur Bank Sentral Iran di Washington mengatakan, "Dengan perencanaan-perencanaan yang sudah dilakukan, pemerintah Iran dapat meraih capaian-capaian yang lebih besar."

Menurut Shinohara, penurunan tingkat inflasi dan pulihnya pertumbuhan ekonomi Iran patut dijadikan contoh. Ia menjelaskan, "Pencapaian tujuan semacam ini memerlukan koordinasi seluruh lembaga perekonomian Iran, dan detil program-program realisasi pemerintah harus sepenuhnya dikoordinasikan serta dilakukan secara bertahap."

Shinohara menegaskan, pelaksanaan kebijakan ekonomi di Iran, koordinasi di antara para pejabat dan dukungan pemerintah, memainkan peran penting dalam mencapai sejumlah prestasi.

Masoud Ahmad, Kepala Departemen Asia Tengah dan Timur Tengah, IMF dalam pertemuannya dengan Direktur Bank Sentral Iran di Washington, menyampaikan prestasi-prestasi ekonomi yang dicapai Iran tahun lalu.

Valiollah Seif berada di Washington untuk menghadiri pertemuan bersama IMF dan Bank Dunia.

Selama kunjungan dua harinya di Washington, Seif akan bertemu dengan sejumlah direktur bank sentral negara-negara Eropa dan Asia, juga dengan beberapa direktur bank besar regional. Kepada mereka ia menekankan dimulainya hubungan perbankan dan perluasan kerjasama dagang. (IRIB Indonesia/HS)

Tuesday, January 21, 2014

Kristen Iran Bicara Tentang Kondisi Mereka


12 Imam - Agata Abrahamian, seorang Kristen Iran, bagian dari 0,5 persen populasi di negara yang dipimpin Hassan Rouhani ini berbicara tentang komunitasnya. Tentang perwakilan di parlemen bagi orang Kristen, kebebasan beragama, dan penghargaan warga Muslim kepada mereka.

Pada akhir Oktober-November lalu, di Korea Selatan Dewan Gereja Dunia (WCC) mengadakan sidang raya. Perwakilan gereja-gereja di seluruh dunia hadir. Beberapa mendapat kesempatan untuk berbicara tentang kondisi mereka: Mesir, Iran, Palestina, India, dan Sudan Selatan.

Komunitas Kristen Iran yang mayoritas adalah keturunan Armenia, diwakili oleh seorang mahasiswi perempuan, Agata Abrahamian. Satuharapan.com mendapat kesempatan mewawancarai lanjut setelah sidang raya melalui sosial media. Pertanyaan yang diajukan awal November 2013, dijawab pekan lalu.

Seperti hendak menjawab berbagai kritik atas negaranya, Abrahamian mengungkapkan bahwa orang Kristen di Iran—khususnya dari komunitas dia, Gereja Apostolik  Armenia—bebas menjalankan ibadah. Mereka juga bebas merayakan hari besar agama Kristen: Natal dan Paskah. Ibadah Minggu pun berjalan tanpa gangguan.

Komunitas Armenia berada di kantong-kantong tertentu, Teheran, Isfahan, Tabriz, Ooroomie dan beberapa kota lainnya. Orang Armenia juga mempunyai  dua kursi perwakilan di parlemen untuk memperjuangkan hak-hak mereka. “Misalnya, ‘uang darah’ (uang pengganti hukuman mati  bagi pelaku pembunuhan yang diberikan kepada keluarga korban, Red) dahulu nilainya berbeda antara Muslim dan Kristen, kini sama,” tulisnya.

“Muslim Iran menghargai orang Kristen Armenia,” tulisnya dengan bangga. Tentang mereka yang menjadi Kristen, Abrahamian menjawab, “Saya juga mendengar beberapa kasus.” Namun, saat ditanya tentang Pdt Saeed Abedini yang dipenjara karena imannya, ia tidak menjawab. Namun ia menekankan, “Pengikut Kristus tidak ilegal.”

Kristen di Iran

Sebagai gambaran,  menurut situs Wikipedia, kekristenan di Iran memiliki sejarah panjang, bertarikh sejak tahun-tahun awal iman. Bahkan lebih tua daripada agama negara Iran, Islam itu sendiri. Sejak awal, kekristenan selalu menjadi agama minoritas, dengan agama mayoritas negara—Zoroastrianisme sebelum penaklukan Islam, Sunni Islam pada Abad Pertengahan dan Syiah Islam di zaman modern—meskipun kekristenan mempunyai representasi yang jauh lebih besar di masa lalu daripada ini. Kristen Iran telah memainkan peran penting dalam sejarah misi Kristen. Saat ini, setidaknya ada 600 gereja untuk 250.000 orang Kristen di Iran.

Sejumlah denominasi Kristen ada di Iran. Kebanyakan menjadi anggota gereja-gereja tua milik kelompok etnis minoritas—Siria dan Armenia. Dua etnis tersebut memiliki budaya khas mereka sendiri dan bahasa. Para anggota baru, gereja-gereja kecil dari etnis minoritas tradisional Kristen maupun mereka  yang berasal dari latar belakang non-Kristen.

Gereja-gereja Kristen utama adalah: Gereja Apostolik Armenia  (antara 110.000-250.000 jemaat), Gereja Siria Timur (sekitar 11.000 jemaat), Gereja Katolik Chaldean Iran (sekitar 7.000 penganut Assyrian). Ada juga berbagai denominasi lain, beberapa contoh adalah: Presbyterian, termasuk Gereja Asiria Injili, Pentakosta, termasuk Gereja Asiria Pentakosta, Jama'at - e Rabbani (Gereja Sidang Jemaat Allah), dan Keuskupan Anglikan Iran.

Menurut Operation World, ada sekitar 7.000 dan 15.000 anggota dan penganut berbagai Protestan, Injili dan gereja-gereja minoritas di Iran, meskipun angka-angka ini sangat sulit untuk memverifikasi dalam situasi politik saat ini.

The International Religious Freedom Report 2004 oleh Departemen Luar Negeri AS mengutip jumlah agak lebih tinggi dari 300.000 orang Kristen di Iran, dan menyatakan sebagian besar di antaranya etnis Armenia diikuti oleh etnis Assyria.

Sumber Berita dan Foto : SATUHARAPAN.COM