Don't miss

Saturday, November 1, 2014

Serangkaian Serangan Bom Bunuh 15 Orang di Irak


12 Imam ~ Polisi Irak mengatakan sedikitnya 15 orang tewas dalam serangkaian serangan bom di dekat ibukota Irak, Baghdad, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara tentara Irak dan militan Takfiri ISIS. 

Sebuah ledakan bom mengguncang sebuah pasar di pinggiran barat Baghdad Suweib pada hari Jumat (31/10/14). Lima orang tewas dan 13 lainnya luka-luka dalam serangan itu. 

Polisi mengatakan, bom lain meledak di sebuah jalan di pinggiran Radhawniyah, menewaskan dua orang dan melukai sembilan lainnya. 

Sebelumnya pada hari yang sama, ledakan bom dekat sebuah pasar di kota Madain, yang terletak di selatan Baghdad, menewaskan empat orang dan melukai hampir selusin lainnya. 

Empat orang juga tewas dan 10 lainnya luka-luka ketika sebuah ledakan menghantam pasar di kota Youssifiyah, yang terletak 20 kilometer (12 mil) selatan Baghdad, Jumat (31/10). 

Pejabat Irak menyatakan bahwa serangan teroris semacam ini seringkali dilakukan oleh militan Takfiri dan mantan Ba'athists di Baghdad, mengatakan bahwa kedua kelompok ini telah membentuk aliansi untuk mengacaukan negara. 

Baghdad juga menuding Arab Saudi, mengatakan Riyadh terus mendanai teroris yang beroperasi di Irak.(IT/TGM)

Untuk Hindari Serangan ISIS, Pasukan AS Sembunyikan Identitasnnya


12 Imam ~ Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah menyarankan pasukan Amerika untuk menyembunyikan identitas mereka dan melakukan perubahan rutinitas untuk menghindari aksi kelompok teroris ISIS. 

Pentagon Force Protection Agency mengeluarkan peringatan dalam memo yang dikirim kepada anggota militer AS pekan lalu, Washington Times melaporkan pada hari Rabu (29/10/14). 

Ancaman terbaru ini terungkap melalui berbagai sumber intelijen, menunjukkan bahwa teroris ISIS mentargetkan anggota militer AS dan aparat penegak hukum mereka. 

Dan menyatakan bahwa serangan bisa terjadi tanpa peringatan, menambahkan bahwa teroris mungkin menggunakan pisau, senjata atau bahan peledak untuk membunuh pasukan AS. 

Sangat penting bagi Anda untuk memastikan semua anggota keluarga Anda untuk sadar akan informasi berharga ini sehingga mereka tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga menjadi bagian integral dari upaya antiterorisme masyarakat secara keseluruhan." 

Teroris ISIS, yang awalnya dilatih oleh CIA di Yordania pada tahun 2012 untuk menjatuhkan pemerintah Suriah, kini menguasai sebagian besar wilayah di Irak dan Suriah. 

Pesawat-pesawat tempur AS telah melakukan serangkaian serangan udara terhadap terirus ISIS di Irak sejak awal Agustus. namun serangan tersebut tidak membuahkan hasil yang segnifikan.(IT/TGM)

Tuesday, October 28, 2014

PERINGATAN! ISIS Pamerkan Penggalan Kepala Wanita Kurdi


12Imam ~ Elemen-elemen Takfiri ISIS terus berusaha merebut kota Kurdi Kobani di Suriah dan memenggal salah pejuang wanita Kurdi yang dikenal dengan nama Rehana.

Rehana adalah wanita mudah penuh gigih membela Kobani selama beberapa minggu terakhir dan menewaskan lebih dari 100 elemen Takfiri ISIS. Gambar Rehana

yang memegang pistol dan membuat tanda V (Victoria) secara luas menyebar di situs jaringan sosial beberapa pekan lalu, namun sekarang gambar seorang Takfiri ISIS memegang kepalanya yang dipenggal memenuhi halaman situs sosial saat ini.

Diperkirakan, pejuang wanita Kurdi saat ini telah membentuk sekitar 30% dari kekuatan Kurdi dalam membela Kobani. Semua dari mereka adalah relawan menurut pemimpin pejuang wanita Kurdi, Mayass Abdo.[IT/Onh/Ass]

Pejabat Iran: Irak dan Suriah Mampu Huncurkan ISIS Tanpa Bantuan Negara Lain


Seorang pejabat Iran telah memuji kemenangan terbaru oleh tentara Irak dalam menghadapi militan Takfiri ISIS, mengatakan kemenangan tersebut membuktikan bahwa Irak dan Suriah dapat menghancurkan kelompok teroris itu tanpa bantuan negara lain. 

Militer Irak, yang didukung oleh pasukan relawan, berhasil menyapu militan Takfiri ISIS di kota Jurf al-Sakhar, dekat ibukota Baghdad, Senin (27/10/14). 

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Arab dan Afrika Hossein Amir-Abdollahian mengucapkan selamat kepada bangsa Irak, pemerintah, dan angkatan bersenjata atas kemenangan berharga itu. 

"Operasi sapu bersih di Jurf al-Sakhar oleh angkatan bersenjata dan relawan Irak tanpa intervensi asing dapat berfungsi sebagai contoh terbaik untuk membebaskan dan membersihkan area di Irak dan Suriah dari Takfiri teroris," kata diplomat Iran. 

Keberhasilan operasi ini membuktikan bahwa pemerintah dan rakyat Irak mempertahankan kedaulatan mereka, kemerdekaan, persatuan nasional, dan integritas teritorial," tambahnya.(IT/TGM)

Analis: Rezim Saudi Tidak Tahan Tekanan Publik


Seorang analis politik yang berbasis di AS mengatakan keluarga kerajaan Saudi tidak mampu menahan tekanan yang meningkat dari aktivis publik dan masyarakat sipil. 

Naseer al-Omari, seorang penulis dan analis politik dari New York, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Press TV bahwa masyarakat umum merasa kerajaan sudah tidak sanggup lagi dan perubahan akan segera terjadi. 

Analis lebih lanjut menekankan bahwa monarki Saudi telah "benar-benar tidak responsif" dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat Saudi. 

Tuntutan demokrasi oleh masyarakat sengaja diabaikan oleh anggota House of Saud karena mereka tidak mampu mendemokratisasikan diri atau mereformasi sistem mereka, ungkap analis AS. 

Al-Omari juga mengatakan bahwa perebutan kekuasaan di dalam keluarga kerajaan Saudi membuat keadaan semakin kritis. 

Mengomentari pembangkangan dan dan protes anti-rezim yang sedang berlangsung di wilayah Qatif Arab Saudi, analis meramalkan bahwa gerakan protes akan segera meluas ke semua wilayah lain di Arab Saudi.(IT/TGM)