Don't miss

Saturday, October 25, 2014

Tanda Tanda seputar Hijrah dan Muharam


12 imam ~ Selain kalender Masehi, ada kalender yang disebut kalender Hijriyah, baik qamariyah maupun syamsiah. Ia disebut sebagai kalender Islam (at-taqwim al-hijri), bukan karena ke-arabannya, namun karena ditetapkan sejak hijrahnya Nabi Muhammad saw. Ia ditetapkan sebagai tahun Islam setelah Nabi wafat atas inisiatif Khalifah kedua, Umar bin Khathab pada tahun 638 M (17 H). Hijarh Nabi ditetapkan sebagai awal kalender Islam, menyisihkan dua pendapat lainnya, yaitu hari kelahiran Nabi dan hari wafatnya.

Kalender ini disahkan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad.

Sejak kedatangan Islam hingga awal abad ke-20, kalender Hijriyah berlaku di nusantara. Bahkan raja Karangasem, Ratu Agung Ngurah yang beragama Hindu, dalam surat-suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda Otto van Rees yang beragama Nasrani, masih menggunakan tarikh 1313 Hijriyah (1894 Masehi).

Selain memiliki kalender Hijriyah, bangsa Indonesia juga memiliki kalender sendiri, yaitu kalender Jawa. Kalender ini adalah adaptasi dari kalender Islam (Hijriah qamariyah), karena sama-sama mengawali tahun baru pada tanggal 1 Muharram meski berbeda nama, yang sejatinya juga merupakan olahan dari nama bulan Arab. Nama Muharam diubah dengan Suro, berasal dari Asyura, (‘asyrah’ atau 10), tanggal monumental yang dikenang sebagai tragedi pembantaian al-Husain, cucu Nabi saw di Karbala, Irak.

Sistem Kalender Jawa berbeda dengan Kalender Hijriyah, meski keduanya memiliki kemiripan. Pada abad ke-1, di Jawa diperkenalkan sistem penanggalan Kalender Saka (berbasis matahari) yang berasal dari India. Sistem penanggalan ini digunakan hingga pada tahun 1625 Masehi (bertepatan dengan tahun 1547 Saka), Sultan Agung mengubah sistem Kalender Jawa dengan mengadopsi Sistem Kalender Hijriah, seperti nama-nama hari, bulan, serta berbasis lunar (komariyah). Namun demikian, demi kesinambungan, angka tahun saka diteruskan, dari 1547 Saka Kalender Jawa tetap meneruskan bilangan tahun dari 1547 Saka ke 1547 Jawa.

Sebenarnya, bulan Muharram lebih tepat dianggap sebagai bulan keprihatian, empati dan perlawanan. Inilah “tanggal merah” sejati, yang dikenal dengan Asyura, yaitu 10 Muharam. ‘Tanggal merah’ sejati ini telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi Indonesia, seperti di Jawa, Melayu, dan Maluku. Di Jawa, pada bulan Muharam, tetangga saling berkirim ‘bubur Sura’ atau ‘jenang Suro’, sebuah makanan khas Muharam dan Asyura, yang berwarna putih (kesucian) dan bertabur warna merah (kesyahidan). Sebagian orang Jawa melakukan meditasi untuk merenungi diri di tempat-tempat sakral, melakukan “lek-lekan” (begadang) hingga pagi hari di beberapa tempat yang dianggap sakral. Ada pula yang melaksanakan upacara Grebeg Suro. Di Maluku dan Sulawesi, warga pesisisr enggan melaut di bulan ini. Di Sumatera, terutama di Padang, Riau, dan Aceh, diadakan upacara “Tabut” pada 10 Muharam. Bahkan, tarian Saman khas Aceh diduga sebagai jejak upacara ratapan Asyura yang disertai dengan pemukulan dada sebagai simbol kesedihan.

Ada apa di 10 Muharam dan Asyura? Menurut Dr. Zafar Iqbal, pakar sejarah budaya Persia dan Indonesia, dalam Kafilah Budaya (Citra: 2006), tradisi-tradisi itu berakar dari peristiwa ‘tanggal merah’ 10 Muharram (tanggal monumetal pembantaian Husain bin Ali bin Abi Thalib) yang terjadi di Karbala sekitar 89 tahun sejak wafatnya sang datuk, Muhammad saw. Sayang, sebagian besar umat Islam tidak lagi mengingatnya, dan memperingatinya sebagai bulan sukacita. 

Bulan Muharam (Suro) menjelang. Sebagian orang menganggapnya sebagai bulan kemenangan seraya baku kirim pesan pendek berisi ucapan “Selamat Tahun Baru Hijriah”, berpuasa dan menyantuni anak-anak yatim. Namun, tidak sedikit umat Islam di Indonesia dan negara lain meyakininya sebagai bulan duka seraya menganggap hari kesepuluhnya sebagai puncak kedukaan tersebut. Itulah 10 Muharam, yang akrab disebut dengan “Asyura”.

Bulan Suro perlu dikenang demi merawat cinta kepada kebenaran sekaligus benci kezaliman. Tanpa cinta dan benci yang positif ini, perlawanan dan perjuangan hanyalah sederet aksara tak bermakna dan huruf-huruf yang mubazir. Inilah buhulan-buhulan iman yang harus terus terjuntai dengan erat dan indah (al-urwah al-wutsqa).

Terlepas dari itu semua, menjadikan hijrah sebagai awal penanggalan Islam dan menjadikan hijrah sebagai peristiwa monumental menyisakan sejumlah pertanyaan. Hijrah adalah keputusan meninggalkan kampung halaman, Mekkah, dan menetapkan di Madinah adalah SK Nabi karena lemahnya posisi sosial, politik, eko
nomi dan militer para pendukung beliau yang saat itu merupakan kelompok minoritas. Hijrah bisa dianggap sebagai langkah taktis menyelamatkan diri (eksodus, evakuasi dan pencarian suaka) pada dasarnya sulit diasosiasikan dengan sukacita, justru sebaliknya.

Mungkin yang lebih tepat untuk diperingati sebagai momen sukacita dan kemenangan adalah hari kembalinya Nabi dan para muhajirin dalam peristiwa kolosal epik yang dikenang sebagai hari "Fathu Makkah" atau hari pembebasan Mekah. [IT/ML]

Wednesday, October 22, 2014

Kepala Polisi Inggris: 5 Warga Inggris Gabung ISIS Per Minggu


12 imam ~ Ia berpendapat, angka ini menunjukkan bahwa "denyut nadi terorisme" di Inggris "semakin kencang dan intens".
 "Kita punya rata-rata lima orang yang bergabung dengan mereka [ISIS] dalam seminggu..." katanya seperti dilansir Press TV.
 Hogan-Howe melanjutkan, mereka itu adalah yang diyakini pergi langsung ke Suriah.
 Tapi, lanjutnya, banyak juga warga Inggris yang pergi ke negara lain dulu baru menuju Suriah dan Irak lewat perbatasan yang penjagaannya lemah.
 Ia juga menyinggung perihal kembalinya militan ke Inggris sebagai sebuah 'resiko bagi komunitas kita". Sejak 2014, kepolisian Metropolitan Inggris sudah menahan 218 kegiatan yang terkait dengan terorisme. Angka ini, kata Hogan-Howe, meningkat 70 % dibanding tiga tahun lalu.[IT/PT/Atn]

Tuesday, October 21, 2014

Rusia Akan Selalu Dukung Pemerintah Irak dan Suriah


Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah menyatakan tekad Moskow untuk terus mendukung pemerintah Irak dan Suriah dalam pertempuran yang sedang berlangsung melawan ekstremisme di Timur Tengah. 

"Kami terus membantu pemerintah Irak dan Suriah, serta negara-negara lain di kawasan dalam memerangi ekstremis yang berjuang untuk kekuasaan," kata Lavrov pada hari Senin (20/10/14). 

Dia menambahkan bahwa dukungan Moskow berupa bantuan pengiriman skala besar senjata dan peralatan militer untuk Baghdad dan Damaskus yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas tempur mereka. 

Diplomat Rusia juga mendesak upaya internasional untuk melawan ancaman terorisme. 

Lavrov lebih lanjut menyuarakan kesiapan Moskow untuk membentuk koalisi yang bertugas memerangi kelompok teroris ISIS dengan persetujuan PBB. 

Jika kita berbicara tentang koalisi, maka mari kita membuat koalisi, biarkan Dewan Keamanan PBB membuat keputusan berdasarkan hukum internasional," tegasnya. 

Selain itu, menteri luar negeri Rusia mengatakan bahwa setiap upaya yang ingin melayani "kepentingan geopolitik" dengan kedok memerangi terorisme adalah kebijakan yang tidak benar dan tidak bermoral. 

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah meluncurkan serangan udara terhadap kelompok teroris ISIS di Suriah sejak September. Washington juga telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di Irak sejak Agustus.(IT/TGM) 

Monday, October 20, 2014

Suriah: "Kelompok ISIS Ciptaan AS Didanai Qatar dan Saudi"


Duta Besar Suriah untuk India mengatakan bahwa kelompok ISIS adalah hasil dari penemuan Amerika Serikat.

Pernyataan itu dibuat saat konferensi pers yang digelar oleh the Indian Women’s Press Corps di New Delhi, demikian Hindustan Times melaporkan, Ahad, 19/10/14.

"ISIS adalah dongeng ciptaan Amerika yang mendapat dukungan langsung dari Tayyip Erdogan [presiden] Turki dan didanai oleh Arab Saudi dan Qatar," demikian menurut Duta Besar Riad Kamel Abbas. 

"Al-Qaeda muncul di Suriah setelah AS menginvasi Irak. Sebelum itu tidak ada al-Qaeda di Suriah. Jelas bahwa al-Qaeda diciptakan oleh AS dan mendukung ISIS," katanya.

Abbas juga mengatakan bahwa beberapa negara Eropa, termasuk Perancis, Inggris dan Jerman meminta pemerintah Presiden Assad untuk "mengurus" warga Eropa yang pergi untuk perang bersama ISIS.

Negara-negara Eropa memandang bahwa Muslimin Eropa radikal sebagai ancaman keamanan yang telah menerima pengalaman tempur di Suriah, tambah duta be
sar itu.

"Para pemimpin Intelijen negara-negara Eropa datang ke Suriah untuk bertemu dengan pejabat negara," kata Abbas.

Duta besar Suriah juga menyampaikan apresiasi atas sikap pemerintah India yang sampai sejauh ini memilih untuk tidak bergabung dengan koalisi pimpinan Amerika dalam melawan ISIS yang mencakup Qatar dan Arab Saudi, serta banyak negara-negara Eropa dan Timur Tengah lainnya. [IT/Onh/Ass]

Sunday, October 19, 2014

Iran Panggil Duta Pakistan Pasca Insiden Pembunuhan 2 Polisi Perbatasan


12 imam ~ Iran telah memanggil duta besar Pakistan di Teheran untuk membahas serangkaian insiden teroris yang membunuh beberapa penjaga di perbatasan Iran-Pakistan. 

Pada Sabtu malam (18/10/14), Direktur Kementerian Luar Negeri untuk Urusan Asia Barat Rasoul Eslami memprotes fakta bahwa wilayah Pakistan digunakan oleh kelompok-kelompok teroris dan bandit untuk menyerang penjaga di perbata
san Iran, dan meminta Islamabad untuk mengambil tindakan serius untuk mencegah insiden serupa.

Dalam bentrokan terbaru, dua petugas polisi perbatasan Iran tewas dan beberapa lainnya terluka di bagian tenggara Iran pada hari Kamis (16/10/14) dalam konflik bersenjata dengan sekelompok bandit di perbatasan Iran-Pakistan. 
  

"Kami tidak dapat menerima bahwa sejumlah teroris dan bandit memasuki wilayah dan tanah Iran dan membunuh penjaga perbatasan negara kita," kata Eslami kepada Duta Pakistan Noor Mohammad Jadmani. 

"Masalah seperti ini harus dicegah karena dapat membahayakan hubungan persahabatan antara kedua negara, dan kedua belah pihak harus mencari solusi untuk mencegah musuh melakukan aksi brutalnya," ungkap pejabat Iran. 

Jadmani, untuk bagian itu, menyatakan kesedihan atas insiden teroris tersebut dan berjanji untuk menyampaikan isu ini ke Islamabad. 

Iran telah berulang kali mengkritik tetangga timurnya karena gagal mengendalikan para teroris yang menyeberang kembali perbatasan Iran-Pakistan setelah melakukan serangan mereka di tanah Iran.(IT/TGM) (12I)