Don't miss

Sunday, November 23, 2014

Demonstran Yaman Tuntut Pembebasan 'Anggota Revolusioner'


12 Imam ~ Protes Sabtu (21/11/14) berlangsung di lapangan ibukota al-Taghyeer. Pengunjuk rasa menuntut pembebasan lima narapidana yang mendekam di Yaman dan 19 lainnya di Provinsi Hajjah.

Aksi demo itu diselenggarakan empat tahun setelah penangkapan para revolusioner muda itu dalam upaya penggulingan Presiden Ali Abdullah Saleh pada tahun 2011, ungkap pengelenggara demo, Abdul Karim Thoali, kepala LSM Dewan Revolusi Tahanan.

"Mereka ditangkap dengan cara yang jelas-jelas melanggar hukum," tambahnya.

Mereka ditahan di penjara Yaman dengan tuduhan meledakkan masjid dalam istana presiden yang melukai Saleh dan beberapa petugas. Yang lain dituduh membunuh seorang perwira dan tiga prajurit. Pengadilan untuk kedua kasus sudah dimulai meski putusan belum keluar.

Saleh, sekutu dekat Amerika Serikat, memerintah Yaman selama 33 tahun. Dia juga menikmati dukungan Washington dalam tindakan keras menumpas perbedaan pendapat di negaranya.[IT/r]

Lavrov: Koalisi Pimpinan AS Berusaha Gulingkan Assad


12 Imam ~ Hari Sabtu (21/11/14) dalam forum analis politik di ibukota Moskow, Lavrov menyebut AS memiliki "logika sesat" mengenai Presiden Suriah karena menuduh Assad bertanggung jawab atas gelombang teroris di wilayah Timur Tengah.

"Amerika malah mengatakan bahwa rezim Assad merupakan faktor sangat penting dalam membawa teroris ke wilayah tersebut dengan tujuan menggulingkan dia [Assad]. Saya rasa  log
ika ini benar-benar sesat," kata Lavrov.

AS dan sekutunya melancarkan serangan udara di Suriah bulan September tanpa izin Damaskus atau mandat PBB.

Menurut kantor berita Rusia ITAR-TASS, Lavrov menyinggung pernyataan John Kerry bahwa AS tidak meminta mandat dari Dewan Keamanan PBB karena ini memerlukan "pendefinisian status rezim Assad".

AS dan sekutu regionalnya - terutama Qatar, Arab Saudi dan Turki - mendukung teroris yang beroperasi di dalam wilayah Suriah selama lebih dari tiga tahun.[IT/r]

Friday, November 21, 2014

Tak Peroleh Senjata Cukup, Kurdi Irak Salahkan Barat


12 Imam ~ Presiden KRG Masoud Barzani mengkritik Barat dan koalisi pimpinan AS karena tidak memberikan pasukan Peshmerga Kurdi dengan senjata berat untuk membantu mereka melawan ISIS.

Barzani menekankan bahwa pasukan Kurdi membutuhkan helikopter dan senjata berat. "Pasukan Peshmerga harus dilengkapi dengan senjata canggih agar dapat  menghada
pi ISIS dan membela Kurdistan, Irak dan masyarakat internasional karena tindakan teroris sedang mengancam seluruh dunia," kata Hamid Bafi, seorang anggota parlemen Kurdi.

"Oleh karena itu, kami membutuhkan peralatan dan amunisi. Namun, masyarakat internasional harus membantu kami..." tambahnya.

Kekuatan Barat melihat pejuang Peshmerga sebagai kekuatan penting dalam pertempuran melawan ISIS. Inggris, Perancis, Jerman dan negara-negara lain mulai mempersenjatai para pejuang Kurdi di awal perjuangan mereka melawan militan. Mereka juga berjanji akan memberi Peshmerga dengan senjata canggih. Tapi janji tinggal janji.

Teroris ISIS saat ini menguasai sejumlah wilayah di Suriah dan Irak. Di sana, mereka melakukan kejahatan keji seperti eksekusi massal dan pemenggalan kepala penduduk lokal atau warga asing.[IT/r]

Wednesday, November 19, 2014

Kerry: AS Harus Terlibat Dalam Krisis Timur Tengah


12 Imam ~ Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Amerika Serikat harus terlibat dalam krisis Timur Tengah karena kejahatan keji yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS. 

"Kami harus terlibat di wilayah ini, demi kepentingan keamanan nasional dan perekonomian kami," kata Kerry pada forum kebijakan tahunan Washington, yang diselenggarakan oleh penerbit majalah Foreign Policy. 

"Amerika Serikat tidak mencari musuh di Timur Tengah. Namun dalam beberapa kasus musuh datang mencari kita," tambahnya, Senin (17/11/14). 

Diplomat tertinggi AS juga memperingatkan bahwa ISIS bisa tumbuh dan menyebar dan mengambil alih beberapa wilayah di Irak dan Suriah." 

Pernyataan itu dibuat sehari setelah eksekusi seorang warga Amerika Peter Kassig dipenggal oleh militan ISIS. 

Kerry mengatakan para pemimpin ISIS menganggap bahwa dunia akan takut untuk melawan mereka (ISIS)." 

"Tapi mari kita perjelas: Kami tidak terintimidasi ... teman-teman dan mitra kami tidak terintimidasi," ungkapnya. 

Dia mengatakan bahwa kelompok teroris itu telah menjadi ancaman bagi kepentingan inti Amerika.(IT/TGM)

Tuesday, November 18, 2014

Ayatullah Khamenei: Musuh Sebar Islamophobia


12 Imam ~ Dalam upacara kelulusan Akademi Militer Imam Ali pada Senin (17/11/14) di Tehran, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa musuh menggunakan segala kekuatan -- seni, politik, militer -- agar suara Islam murni tidak bisa didengar.

Beliau mengatakan musuh mempromosikan Islamofobia dengan menciptakan kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan pembantaian warga sipil atas nama Islam.

Ayatullah Khamenei menekankan kekuatan tirani global sangat khawatir atas kekuasaan Islam. Itulah sebabnya mereka melakukan semua kemampuan mereka untuk menyebarkan Islamophobia di seluruh dunia.

Beliau mengatakan bahwa Islam menyampaikan pesan kesejahteraan, martabat, kehormatan dan kedamaian bagi umat manusia tapi kekuatan tirani berusaha mencegah masuknya pesan nyata Islam ke negara-negara lain.[IT/r]