Contributors

Don't miss
Showing posts with label Suriah. Show all posts
Showing posts with label Suriah. Show all posts

Monday, December 1, 2014

50 Elemen Takfiri ISIS Tewas di Kobani, Suriah


12 Imam ~ Setidaknya 50 elemen-elemen Takfiri ISIS tewas dalam 24 jam terakhir akibat bentrokan, bom bunuh diri dan serangan udara yang dipimpin AS di Kobani, Suriah, demikian menukil laporan al-Monitor, Ahad, 30/11/14.

Menurut Observatorium Suriah, jumlah kematian besar itu merupakan salah satu angka tertinggi bagi kelompok teror sejak melancarkan serangan di kota strategis dekat perbatasan Turki pada bulan September lalu.

Kelompok pemantau HAM yang berbasis di London itu juga mengatakan sedikitnya lima orang yang tewas adalah pelaku penyerangan bom bunuh diri, dimana dua diantaranya terlibat dalam serangan di perbatasan yang memisahkan Kobani dari Turki.

Sementara 11 takfiri tewas dalam bentrokan yang terjadi antara Pejuang Kurdi Kobani dan para 'jihadis' di perbatasan setelah pengeboman.

Kelompok ini juga mengatakan 11 pejuang Kurdi tewas dalam periode yang sama di Kobani, dan satu pemberontak Suriah yang mendukung pasukan Kurdi.

ISIS mulai menyerang Kobani pada 16 September lalu dan berharap dengan cepat merebut kota kecil di perbatasan itu dan mengamankan cengkeramannya yang membentang besar antara perbatasan Suriah-Turki.

Sampai saat ini, kota Kobani terbagi menjadi dua, dimana sebagiannya dikuasai ISIS dan Kurdi.[IT/Onh/Ass]

Friday, November 21, 2014

Tak Peroleh Senjata Cukup, Kurdi Irak Salahkan Barat


12 Imam ~ Presiden KRG Masoud Barzani mengkritik Barat dan koalisi pimpinan AS karena tidak memberikan pasukan Peshmerga Kurdi dengan senjata berat untuk membantu mereka melawan ISIS.

Barzani menekankan bahwa pasukan Kurdi membutuhkan helikopter dan senjata berat. "Pasukan Peshmerga harus dilengkapi dengan senjata canggih agar dapat  menghada
pi ISIS dan membela Kurdistan, Irak dan masyarakat internasional karena tindakan teroris sedang mengancam seluruh dunia," kata Hamid Bafi, seorang anggota parlemen Kurdi.

"Oleh karena itu, kami membutuhkan peralatan dan amunisi. Namun, masyarakat internasional harus membantu kami..." tambahnya.

Kekuatan Barat melihat pejuang Peshmerga sebagai kekuatan penting dalam pertempuran melawan ISIS. Inggris, Perancis, Jerman dan negara-negara lain mulai mempersenjatai para pejuang Kurdi di awal perjuangan mereka melawan militan. Mereka juga berjanji akan memberi Peshmerga dengan senjata canggih. Tapi janji tinggal janji.

Teroris ISIS saat ini menguasai sejumlah wilayah di Suriah dan Irak. Di sana, mereka melakukan kejahatan keji seperti eksekusi massal dan pemenggalan kepala penduduk lokal atau warga asing.[IT/r]

Tuesday, October 21, 2014

Rusia Akan Selalu Dukung Pemerintah Irak dan Suriah


Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah menyatakan tekad Moskow untuk terus mendukung pemerintah Irak dan Suriah dalam pertempuran yang sedang berlangsung melawan ekstremisme di Timur Tengah. 

"Kami terus membantu pemerintah Irak dan Suriah, serta negara-negara lain di kawasan dalam memerangi ekstremis yang berjuang untuk kekuasaan," kata Lavrov pada hari Senin (20/10/14). 

Dia menambahkan bahwa dukungan Moskow berupa bantuan pengiriman skala besar senjata dan peralatan militer untuk Baghdad dan Damaskus yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas tempur mereka. 

Diplomat Rusia juga mendesak upaya internasional untuk melawan ancaman terorisme. 

Lavrov lebih lanjut menyuarakan kesiapan Moskow untuk membentuk koalisi yang bertugas memerangi kelompok teroris ISIS dengan persetujuan PBB. 

Jika kita berbicara tentang koalisi, maka mari kita membuat koalisi, biarkan Dewan Keamanan PBB membuat keputusan berdasarkan hukum internasional," tegasnya. 

Selain itu, menteri luar negeri Rusia mengatakan bahwa setiap upaya yang ingin melayani "kepentingan geopolitik" dengan kedok memerangi terorisme adalah kebijakan yang tidak benar dan tidak bermoral. 

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah meluncurkan serangan udara terhadap kelompok teroris ISIS di Suriah sejak September. Washington juga telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di Irak sejak Agustus.(IT/TGM) 

Monday, October 20, 2014

Suriah: "Kelompok ISIS Ciptaan AS Didanai Qatar dan Saudi"


Duta Besar Suriah untuk India mengatakan bahwa kelompok ISIS adalah hasil dari penemuan Amerika Serikat.

Pernyataan itu dibuat saat konferensi pers yang digelar oleh the Indian Women’s Press Corps di New Delhi, demikian Hindustan Times melaporkan, Ahad, 19/10/14.

"ISIS adalah dongeng ciptaan Amerika yang mendapat dukungan langsung dari Tayyip Erdogan [presiden] Turki dan didanai oleh Arab Saudi dan Qatar," demikian menurut Duta Besar Riad Kamel Abbas. 

"Al-Qaeda muncul di Suriah setelah AS menginvasi Irak. Sebelum itu tidak ada al-Qaeda di Suriah. Jelas bahwa al-Qaeda diciptakan oleh AS dan mendukung ISIS," katanya.

Abbas juga mengatakan bahwa beberapa negara Eropa, termasuk Perancis, Inggris dan Jerman meminta pemerintah Presiden Assad untuk "mengurus" warga Eropa yang pergi untuk perang bersama ISIS.

Negara-negara Eropa memandang bahwa Muslimin Eropa radikal sebagai ancaman keamanan yang telah menerima pengalaman tempur di Suriah, tambah duta be
sar itu.

"Para pemimpin Intelijen negara-negara Eropa datang ke Suriah untuk bertemu dengan pejabat negara," kata Abbas.

Duta besar Suriah juga menyampaikan apresiasi atas sikap pemerintah India yang sampai sejauh ini memilih untuk tidak bergabung dengan koalisi pimpinan Amerika dalam melawan ISIS yang mencakup Qatar dan Arab Saudi, serta banyak negara-negara Eropa dan Timur Tengah lainnya. [IT/Onh/Ass]

Tuesday, October 14, 2014

PERTEMPURAN SENGIT TERJADI DI KOBANI SURIAH


12 imam ~ Pertempuran sengit telah dilaporkan terjadi di sekitar kota Kobani, Suriah, sepanjang perbatasan Turki.

Asap gelap membumbung tinggi bisa dilihat di atas kota pada hari Minggu sebagai pejuang Kurdi berjuang untuk mempertahankan kota dari serangan oleh ekstrimis militan ISIS.

Tentara Turki tetap terlepas (tidak ikut camur tangan) tepat di seberang perbatasan, meskipun tekanan internasional yang semakin vokal ditujukan pada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk campur tangan dalam konflik tersebut.

Para pejabat PBB di wilayah tersebut telah memperingatkan bahwa sebanyak 12.000 orang Kurdi, termasuk ratusan orang tua di pusat kota, “kemungkinan besar akan dibantai” jika Kobani jatuh ke tangan ISIS.

Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia mengatakan ekstremis ISIS menguasai 40 persen kota pada Sabtu pagi yang lalu.

Pemerintah Turki sejauh ini telah menolak untuk bergabung dengan pertempuran, mengutip hubungan dengan pembela Kurdi Kobani dan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang.

Mengatasi keengganan Turki untuk membantu pejuang Kurdi Suriah, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengatakan pada hari Sabtu, bahwa Washington membuat “kemajuan” dalam pembicaraan dengan Ankara pada rencana untuk melatih pejuang Suriah yang moderat.

Hagel, berbicara di ibukota Chili, mengatakan AS berbicara dalam beberapa hari mendatang dengan pejabat militer Turki akan fokus pada spesifik komitmen pelatihan di Turki.

Hagel menambahkan bahwa situasi di Kobani sulit dan rumit. Namun dia mengatakan pasukan keamanan Irak berada dalam kontrol penuh dari Baghdad dan terus memperkuat posisi mereka di sana.

Aliansi yang dipimpin AS telah melakukan serangan udara terhadap sasaran-sasaran Negara Islam di Kobani, tapi ada banyak laporan bahwa serangan Sabtu itu terhambat oleh badai pasir.

Pada hari Jumat, para pejabat AS – menekankan perlunya pasukan darat – mengakui mereka serangan udara belum berhenti serangan gencar.

Pejuang ISIS juga mengontrol daerah di utara dan barat Irak, di mana pemimpin dewan lokal (Sabah Al-Karhout) mengatakan kepada CNN situasi “sangat buruk.”

Dia mengatakan dewan memiliki kecerdasan bahwa kelompok Negara Islam telah dikirim pada sebanyak 10.000 bala bantuan ke pinggiran Baghdad dari Suriah dan dari kota Irak Mosul di utara. (12 imam)

Saturday, October 11, 2014

TERORIS ISIS PERKUAT KEKUASAAN DI SURIAH


Kelompok Teroris ISIS memperkuat kekuasaan mereka di wilayah Kobani, Suriah.

Apa yang dilakukan oleh kelompok Teroris ISIS tersebut menunjukkan upaya mereka untuk merebut wilayah suku Kurdi. Letak wilayah tersebut berdekatan dengan perbatasan Suriah-Turki.

Kekuatan kelompok Teroris ISIS yang bersenjata lengkap, bergerak mengepung daerah Kobani dari berbagai wilayah. Namun pergerakan mereka segera diketahui oleh pihak pasukan koalisi asing yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Pasukan koalisi dengan mudah bisa menyerang Teroris ISIS dari udara. Pihak Pentagon pun mengakui mereka telah melakukan penyerangan balasan tersebut.

Tetapi meskipun pihak koalisi asing sudah melakukan 45 kali serangan udara di wilayah Kobani selama sepekan terakhir. Mereka mengakui gagal mencegah kelompok Teroris ISIS untuk menguasai seperempat wilayah Kobani.

"Kobani sangat penting karena posisinya sebagai penyeimbang. Kelompok Teroris ISIS ingin menguasai Kobani karena memiliki nilai propaganda tinggi," ujar pihak Pentagon, seperti dikutip The New York Times, Sabtu (11/10/2014).

Turki yang wilayahnya sangat dengan Kobani, memperkuat perbatasan dengan mengerahkan pasukannya. Namun hingga kini belum diketahui apakah Pemerintah Turki akan bergabung untuk menyerang kelompok Teroris ISIS bersama dengan pasukan koalisi asing.

Thursday, January 16, 2014

Assad Peringatkan Dunia Bahaya Ideologi Arab Saudi


12 Imam - Presiden Suriah Bashar al-Assad, Rabu (15/1/2014), dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javar Zarif memperingatkan ideologi politik Arab Saudi adalah ancaman bagi dunia.

Assad merujuk pada ajaran Wahhabi, tradisi Islam ultra konservatif yang dominan di Arab Saudi, yang merupakan salah satu pendukung utama kelompok oposisi Suriah.

"Rakyat Suriah dan sebagian rakyat wilayah ini sudah mengetahui seberapa serius ancaman Wahhabisme. Setiap orang harus berkontribusi untuk melawan dan memberantas Wahhabisme," ujar Assad.

Komentar Assad ini muncul di tengah ketegangan politik antara Suriah dan Arab Saudi. Kedua negara itu selama ini memang selalu saling berseberangan.

Pertemuan dengan Menlu Zarif digelar kurang dari sepekan sebelum pertemuan damai Geneva II yang dirancang untuk mencari solusi damai terhadap konflik Suriah yang sudah menewaskan 130.000 orang itu.

Kantor berita Suriah SANA mengabarkan Zarif mengatakan tujuan kunjungannya ke Damaskus adalah untuk membantu memastikan konferensi Geneva II menelurkan hasil yang sesuai dengan keinginan rakyat Suriah. 

Sumber : KOMPAS

Thursday, December 26, 2013

Pemberontak Takfiri Bunuh Ulama Sunni di Damaskus


12 Imam - Satu kelompok Takfiri bersenjata membunuh Ulama Sunni, Sheikh Firas Krizan, yang merupakan Imam Masjid al-Bisher, di distrik Jeiroud di pinggiran Damaskus, demikian SANA melaporkan, Kamis, 26/12/13.

Sebuah sumber di Komando Polisi di pinggiran Damaskus kepada SANA mengatakan, sejumlah teroris Takfiri dari Brigade Islam menembak mati Sheikh Krizan di Jeiroud saat korban meninggalkan masjid setelah melaksanakan shalat al-Isha pada Rabu kemarin.

Selain menewaskan Ulama Sunni tersebut, serangan Takfiri juga menciderai saudara Sheikh, bernama Abdullah yang masih berusia 18 tahun.

Kelompok Takfiri al-Qaeda awal bulan ini juga menargetkan Ulama Sunni lain, syekh Hussein al-Qaderi, Imam Masjid Agung, di Jeiroud, namun ulama itu selamat dan mengalami cedera.

Sumber : http://www.islamtimes.org/vdcgxt9wuak9wn4.1ira.html

Wednesday, February 20, 2013

Mengapa Harus Suriah?


Oleh: Dr Joserizal Jurnalis SpOT*
 
12 Imam - Suriah adalah negara dengan jumlah penduduk 22.517.750 orang (estimasi 2010). Komposisi penduduk berdasarkan agama: Muslim Sunni 74%, Muslim Alawi-Syiah-Druze 16%, Kristen dan lainnya 10%.

Presiden Suriah sekarang adalah Bashar Al-Assad menggantikan bapaknya, Hafesz Al-Assad, seorang Marsekal. Hafesz Assad adalah pemimpin Suriah yang keras dan diktator. Bersama saudaranya, Rifyad Assad, mereka membawa Suriah melalui masa-masa sulit terutama dalam perang enam hari tahun 1967.

Hafesz berhasil menangkap Ellie Cohen, seorang mata-mata Israel, yang menyusup ke pemerintah Suriah sampai menjadi teman dekat Hafesz. Hafesz menggantung Ellie Cohen walaupun dia diprotes banyak negara. Hafesz memberangus Ikhwanul Muslimin, banyak korban berjatuhan.

Tapi di sisi lain, dia juga mau menerima Hamas berkantor di Damaskus ketika negara-negara Arab tidak mau menerima mereka membuka perwakilan. Hafesz banyak menampung pengungsi Palestina, salah satu kamp yang pernah penulis bersama relawan MER-C kunjungi adalah kamp Yarmuk.


Bashar jauh lebih lembut dari bapaknya karena dia orang sipil (dokter mata?). Kesalahan Bashar adalah track record keluarganya yang keras dan diktator, tidak transparan soal keuangan negara dan belum mengembangkan proses demokrasi di negaranya.

Tapi kelebihannya, dia komitmen terhadap perjuangan rakyat Palestina dengan menyediakan tempat buat Hamas di Suriah dan mendukung penuh Hizbullah. Hamas (Sunni) dan Hizbullah (Syiah) didukung penuh oleh Bashar karena mereka adalah kelompok perlawanan (muqowwamah) terhadap Israel.

Penulis bersama relawan MER-C pada saat berkunjung ke Lebanon saat-saat akhir perang 34 hari tahun 2006, menyaksikan bahwa kantor Hamas berada di kompleks Hizbullah yang hancur dihajar Israel saat perang 34 hari. Ini sengaja penulis kemukakan untuk membantah bahwa Hizbullah pura-pura kerjasama dengan Hamas. Hizbullah berhasil mengalahkan Israel dalam perang darat tersebut.

Israel sangat serius memandang ancaman kedua kelompok perlawanan ini, karena secara kekuatan mereka bukan negara tapi dapat mengimbangi, bahkan mengalahkan Israel ketika Israel mulai melakukan serangan darat.

Tentu, Israel harus memikirkan bagaimana caranya melumpuhkan kedua kelompok perlawan bersenjata ini. Untuk Hamas, Israel melakukan kebijakan blokade Gaza karena Hamas memerintah di sini dan terus melakukannya sampai saat ini.

Untuk melumpuhkan Hizbullah, secara logika yang mudah saja, putus jalur pendukungnya. Jalur pendukung tersebut adalah Suriah. Oleh sebab itu, Suriah harus dikuasai secara politik. Ganti penguasanya!

Saat ini, di dunia Arab sedang ada tren mengganti penguasa yang sudah lama berkuasa dalam suatu gerakan Arab Spring dengan dalih untuk menegakkan demokrasi. Ini adalah road map-nya kebijakan luar negeri Amerika. Kita tahu kebijakan luar negeri AS ditentukan oleh badan-badan lobi Israel (AIPAC, ADL, CFR, Rand Coorporation, Bilderberg, dan lain-lain).

Dari penguasa yang sudah tumbang dan yang sedang diusahakan tumbang, Qaddafi dan Bashar mempunyai kontribusi besar untuk Palestina. Penulis menyaksikan sendiri bantuan Qaddafi bertruk-truk antre di Rafah Mesir saat Gaza diserang Israel tahun 2009.

Rencana penurunan Bashar ini semata-mata bukan persoalan Bashar demokratis atau tidak dan tiran atau tidak, karena ada penguasa Arab seperti ini tidak disuruh turun oleh AS, malah diajak kerjasama oleh AS untuk menurunkan Qaddafi dan Bashar. Israel menginginkan Bashar turun! Seperti biasa, Israel memperalat AS melalui kebijakan luar negerinya.

Bersamaan dengan semangat Arab Spring, Israel dan AS menunggangi isu ini untuk menurunkan Bashar. Supaya lebih efektif, isu ini ditambah tonasenya dengan isu sektarian, konflik Sunni-Syiah sama seperti Qaddafi yang disebut inkar sunnah.

Israel, AS, Arab Saudi, Qatar, Turki dan Eropa berada dalam satu blok melawan Rusia, Cina dan Iran dalam konflik Suriah ini. Rusia sangat berkepentingan melawan dominasi AS di Timur Tengah karena tinggal Suriah tempat berpijak Rusia setelah Libya jatuh ke tangan Barat. Selain itu, AS juga mengacak-ngacak Rusia dengan cara meletakkan perimeter anti-rudalnya di bekas negara Uni Soviet seperti Georgia.

Cina tidak mau ketinggalan dalam melawan AS. Setelah berhasil menahan hegemoni AS di bidang ekonomi, Cina diancam oleh AS melalui pergerakan angkatan laut AS di Pasifik. Cina saat ini berhasil menciptakan kapal perang anti-radar yang membuat AS khawatir.

Iran adalah negara yang tidak disenangi oleh Saudi Arabia, Qatar dan negara Arab lainnya karena berhasil melakukan Revolusi 79 menumbangkan Raja Reza Pahlevi yang juga sahabat penguasa Saudi Arabia.

Para raja-raja khawatir revolusi tersebut diekspor ke negara-negara mereka. Salah satu cara untuk mempertahankan kekuasaan mereka, isu yang paling ampuh ditiupkan adalah Iran adalah negara Syiah bukan negara Islam karena Syiah sesat.

Iran mempunyai kepentingan yang besar di Suriah karena Bashar bisa menjamin jalur logistik Hizbullah. Israel dan Barat menggunakan segala cara untuk menurunkan Bashar, termasuk mempersenjatai oposisi dengan senjata berat. Di sinilah peranan Saudi Arabia, Qatar dan sedikit Turki.

Israel dan Barat juga menggunakan media dan PBB untuk membantu mereka. Hal ini mulai terlihat ketika terjadinya pembantai 25 Mei di Houla, Suriah. Korban adalah penduduk sipil termasuk anak-anak dan wanita.

BBC langsung menampilkan foto tumpukan korban pembantaian yang sudah dibungkus kain kafan. Ternyata kemudian terkuak foto tersebut adalah foto korban pembantaian di Irak tahun 2003. Untung pengambil fotonya, Marco Di Lauro, mengenali foto tersebut dan memprotes BBC. Pertanyaannya apakah ini keteledoran atau bagian dari kampanye anti-Bashar?

UN Commisioner for Human Right membuat tuduhan bahwa yang melakukan pembantaian tersebut adalah milisi yang loyal dengan Bashar, yaitu Shabiyya. Padahal, mereka hanya dapat info dari orang lokal via telepon.

Menurut UN Security Council, korban di Houla adalah akibat tembakan artileri dan tank pada hari Ahad, 27 Mei 2012. Tapi pada hari Selasa 29 Mei, diralat oleh UN High Commission for Human Right bahwa korban ditembak dari jarak dekat dan digorok lehernya. Tapi tuduhan tetap ke milisi pro Bashar.

Kemudian terkuak bahwa yang terbunuh itu adalah pendukung Bashar. Bagaimana mungkin sesama pendukung Bashar saling bunuh. Tampak dengan jelas bagaimana media dan PBB berusaha memperkeruh situasi supaya AS dan NATO dapat melakukan intervensi dengan payung PBB atas nama kemanusiaan.

Konflik belum selesai, kita lihat bagaimana permainan Israel ini berjalan.

Sumber : http://dinasulaeman.wordpress.com/2012/06/08/mengapa-harus-suriah-joserizal-jurnalis/