Contributors

Don't miss

Tuesday, March 23, 2010

Kalau semua itu tidak membuatmu senang, cukuplah bagimu neraka Jahannam!


By on 3/23/2010 09:11:00 AM


Alkisah, seseorang hendak bepergian. Orang itu berkata kepada Hatim al Asham, “Berilah aku sebuah nasihat.” Hatim al Asham berkata:

1. Kalau engkau ingin penolong, cukuplah Allah bagimu.

2. Kalau engkau ingin kawan-sejalan, cukuplah bagimu para malaikat pencatat amal perbuatan.

3. Kalau engkau ingin mengambil sebuah pelajaran, cukuplah dunia bagimu.

4. Kalau engkau ingin pekerjaan, cukuplah bagimu ibadah kepada Allah.

5. Kalau engkau ingin nasihat, cukuplah bagimu kematian.

6. Kalau engkau ingin sahabat, maka cukuplah bagimu al Quran.

7. Kalau semua itu tidak membuatmu senang, cukuplah bagimu neraka Jahannam.


Siapa Hatim al-Asham?
Nama lengkapnya adalah Abu AbduRrahman Hatim bin Alwan, terkenal dengan gelar Al-Asham. Wafat pada tahun 237 H / 751 M, dia termasuk tokoh guru besar (syaikh) khurasan, murid Syaikh Syaqiq, guru Ahmad bin Khadrawaih. Hatim dijuluki Al-Asham (orang yang tuli) bukan karena ia tuli akan tetapi pernah ia berpura-pura tuli karena untuk menjaga kehormatan seseorang hingga ia dijuluki dengan Al-Asham.

Ustadz Abu Ali Ad-Daqaq – semoga Allah merahmatinya, pernah bercerita, “ Seorang wanita pernah datang kepada Hatim. Ia bermaksud menanyakan sesuatu kepadanya. Namun ditengah ia mengutarakan pertanyaan, wanita itu tiba-tiba buang angin (maaf; kentut) sehingga membuatnya ia sangat malu. Hatim tahu apa yang berada di balik perasaan tamunya. Dia tidak ingin tamunya bertambah malu karena pendengarannya. Karena itu mencoba menutupinya dengan mengatakan, ‘keraskan suaramu’. Ia berkata demikian karena berpura-pura tuli. Akibatnya, wanita itu senang dan tidak salah tingkah. Ia mengira Hatim tidak mendengarnya. Dan sejak saat itulah ia dijuluki dengan Al-Asham.

Diantara mutiara hikmahnya :

1. tiada waktu pagi datang melainkan setan mencercaku dengan pertanyaan-pertanyaan yang menggoda, “Apa yang akan kamu makan ?” Apa yang akan kamu pakai ? di manakah kamu akan tinggal.” Saya tidak ingin hanyut dalam jebakan pertanyaan itu, maka saya cukup menjawabnya, “Saya akan makan kematian, mengenakan kain kafan, dan tinggal di liang lahat.

2. pernah suatu hari saya ditanya, “Tidakkah kamu menginginkan sesuatu ?” Maka saya jawab, “Saya ingin selalu sehat dari pagi hingga malam hari”. Ditanyakan lagi, “Bukankah kamu sehat selama seharian ?”. saya jawab, “sehat menurutku adalah tidak menjalankan dosa dari pagi hingga malam”.

3. saya pernah dalam suatu pertempuran. Saya pernah ditangkap oleh seorang tentara turki, kemudian badan saya dilentangkan untuk disembelih. Hati saya tidak merasa takut sedikitpun, bahkan saya menunggu keputusan Allah untukku. Ketika prajurit itu menghunus pedangnya untuk menyembelih diriku, tiba-tiba meluncur sebuah anak panah menembusnya sampai mati sehingga ia terlempar dariku. Sayapun segera berdiri.

4. barang siapa memasuki mazhab kami, hendaklah bersedia menerima empat hal kematian. Mati putih karena lapar, mati hitam karena menanggung penderitaan dari manusia, mati merah karena berbuat ketulusan untuk melawan hawa nafsu, dan mati hijau karena fitnah. []

Quotes from 12 Imams

Mencintai keindahan adalah fitrah. Sampaikan keindahan Ahlul Bait dan keindahan ajaran mereka dengan cara yang indah. "Kalau manusia mendengar keindahan ucapan-ucapan kami, niscaya mereka akan mengikuti kami" (Imam Ridha as).

0 comments:

Post a Comment