Contributors

Don't miss
Showing posts with label Social. Show all posts
Showing posts with label Social. Show all posts

Wednesday, November 5, 2014

Inggris: Jaringan Sosial Media Kontrol-Perintah Teroris Takfiri


12 Imam ~ Situs media sosial kini menjadi jaringan perintah dan kontrol pilihan bagi teroris, tulis kepala lembaga mata-mata elektronik Inggris, GCHQ dalam sebuah artikel di Financial Times yang diterbitkan Selasa, 05/11/14.

Dalam tulisan itu, Robert Hannigan mengatakan beberapa perusahaan teknologi AS menyangkal situasi itu dan mendesak mereka memberikan bantuan layanan keamanan lebih untuk memerangi organisasi Negara Islam (IS/ISIS) dan organisasi teroris lainnya.

Namun ia tidak menyebutkan nama perusahaan tersebut secara langsung, dan mengatakan, elemen-elemen teroris Takfiri ISIS menggunakan Twitter, Facebook dan WhatsApp dan termasuk video grafik yang menunjukkan saat-saat akhir pemenggalan sandera Barat oleh kelompok IS.

"Namun banyak mereka tidak menyukainya, mereka telah menjadi jaringan perintah dan kontrol pilihan untuk teroris dan penjahat," tulisnya di FT.

"Untuk itu kita harus mengatasi akhir menyedihkan dari perilaku manusia di Internet. Sementara beberapa perusahaan teknologi menyangkal tentang penyalahgunaannya."

Perushaan AS yang menolak tulisan Robert Hannigan mengkritik dan mengatakan bahwa dinas keamanan (AS) memiliki cukup akses ke informasi online.

Eric King, wakil direktur Privacy International, mengatakan, pernyataan Hannigan mengecewakan.

"Sebelum dia mengutuk upaya perusahaan untuk melindungi privasi pengguna mereka, mungkin ia harus merenungkan kembali mengapa ada begitu banyak kritik dari GCHQ pasca dokumen Snowden," tambahnya.

Eva Galperin dari Electronic Frontier Foundation yang merupakan organisasi non-profit mengkampanyekan kebebasan sipil online, juga mengkritik pernyataan Robert Hannigan.

"Jika GCHQ menginginkan kerjasama dengan perusahaan internet Amerika dalam karir pekerjaan mereka, mereka memiliki banyak akses yang bisa digunakan untuk dilakukannya termasuk berbagai alat pengawasan dan sejumlah alat hukum," katanya kepada radio BBC.

"Kekuatan mereka sudah besar. Saya berpikir, meminta lebih kepadanya, benar-benar sangat jujur."

Pernyataan Hannigan datang kurang dari seminggu setelah ia mulai pekerjaan barunya.

Pada bulan Agustus lalu, tingkat ancaman ke Inggris dari terorisme internasional terus meningkat tajam.

Polisi Inggris bulan lalu mengatakan, mencatat sekitar 1.000 file konten ilegal dari Internet setiap minggu dan video pemenggalan kepala dan penyiksaan yang dilakukan elemen-elemen teroris Takfiri.[IT/Onh/Ass]

Sunday, December 29, 2013

Kader PKS: "Syiah Layak Dipenggal"



12 Imam - Polisi Republik Indonesia nampaknya perlu segera bertindak tegas, sebab ini penting supaya tidak terjadi genangan dan tangis darah di Republik Indonesia. Sebab salah satu anggota DPRD Karimun dari partai PKS (Partai Keadilan Sejahtera) nampaknya ingin menyatakan kalau dia dan orang-orang yang pemikiran keislamannya sama dengan dia saja yang berhak hidup di Republik Indonesia; sebuah sesat pikir dosis tinggi yang segera membangkitkan memori kengerian banyak Muslimin pada tingkah pola rezim jumud Taliban di Afghanistan dulunya.

Sebab, pengakuan jelas yang diungkap salah satu kader PKS, (Partai Islam?) yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Karimun periode 2009-2014 adalah bukti nyata dan valid yang bisa di telusuri oleh Polisi Republik Indonesia siapa dalang asli aksi teror berdarah-darah dan pembantaian berantai terorisme di tanah air.

Komarudin, [Komar Sahabatq, https://www.facebook.com/komar.sahabatq] saat memberikan komentar pada salah satu berita Islam Times di sebuah forum Facebook pada 26 Desember 2013, bilang bahwa "Syiah layak dipenggal", [https://www.facebook.com/groups/indoneSYIAH/545249335568880/?ref=notif&notif_t=group_comment ]

Tentu alasan dibalik pernyataan itu adalah keinginan Komarudin untuk menegakkan Khilafah as-Saudiyah Wahabiyah-Takfiriyah di bawah bendera dan kepemimpinan organisasi Takfiri bengis bentukan Osama bin Laden, al-Qaeda di Republik Indonesia.

Leader pembunuh jutaan muslimin, Osama bin Laden yang dipuji puja Anis Mata, Presiden PKS dalam sebuah puisi menjijikkan.

Dengan pernyataan rasis itu, Komarudin nampaknya ingin membangun sebuah logika – dan ingin orang banyak membelinya - kalau amuk massa, pembunuhan dan pembantaian diantara muslimin seperti di Afghanistan, pakistan dan Suriah terlalu kuasa dan perkasa bahkan di hadapan beratus-ratus ribu polisi di seluruh negeri dan seolah-olah tidak mampu dihadang.

Komarudin juga nampaknya ingin membangun kepercayaan kepada orang, kalau kian banyak muslimin di negeri ini yang hidup toleran, tenang dan tentram merupakan kegagalan misi, dan sebab itu perlu ada kobaran semangat dengan instruksi pemenggalan terhadap Muslimin Syiah di Indonesia.

Sebuah seruan lazim untuk menginfuskan dan menegakkan kembali ‘rasa takut’ kepada semua orang demi tegaknya Khilafah as-Saudiyah Wahabiyah-Takfiriyah, persis yang dilakukan Taliban dan al-Qaeda di Afghanistan, Pakistan dan belakangan di Suriah.

Tapi, Komarudin lupa kalau dunia saat ini sedang berputar cepat, kalau ketakutan orang banyak pada ancaman pemengalan, pemancungan dan mutilasi ada batasnya, dan ketika batas itu terlampaui, masyarakat akan berbalik melakukan perlawanan.

Dan Komarudin serta orang seperti Komarudin gagal membaca sejarah, kalau muslimin dan orang-orang Syiah selalu cinta damai, selalu hidup dalam damai dan mengajari kepada yang lain bagaimana kedamaian itu. Tapi orang Syiah juga diajari oleh Imam Husain as, cucu Nabi Muhammad Saw, bagaimana mempertahankan dirinya ketika diserang musuh-musuh Islam.

Jadi, tidak ada alasan bagi seorang Komarudin, kader PKS (Partai Keadilan Sosial) yang saat ini menggelapkan jutaan uang pajak rakyat untuk menunda-nunda hajatnya sebagaimana yang diungkap dalam pernyataannya diatas. Haihat minadzillah!

Sumber http://www.islamtimes.org/vdcgnn9w3ak9wx4.1ira.html 

Wednesday, June 2, 2010

Empati untuk Gaza, Mati untuk Zionis!


Gaza, kota yang luasnya cuma sepetak itu, belum jua lepas dirundung derita. Detik demi detik, rakyat di kota yang nyaris tinggal puing-puing, hidup di bawah desingan peluru dan di tengah dentuman bom susul menyusul yang ditembakkan tentara pengecut zionis. Tak ada ruang bagi mereka untuk menyembunyikan nyawanya, kecuali di balik kulit tipis yang membalut tubuhnya yang kurus kering.

Friday, April 16, 2010

Ada Bau Amerika di Balik Penggusuran Makam Mbah Priok?



Tiga orang tewas, ratusan orang terluka, puluhan kendaraan dibakar dalam bentrokan berdarah antara ribuan warga dan aparat Sat Pol PP dibantu polisi di Koja Jakarta Utara, Rabu (14/4/2010), yang dipicu rencana penggusuran Makam Mbah Priok.

Mengapa pemerintah dan Pelindo II begitu getol untuk menggusur makam kramat yang terletak persis di mulut terminal peti kemas itu?

Tuesday, March 30, 2010

RI Kekurangan Persediaan Darah 2 Juta Kantong



Indonesia masih kekurangan persediaan darah sebanyak 2 juta kantong, dari total kebutuhan 4 juta kantong per tahun.

Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Biantoro Wanandi mengatakan PMI hingga kini masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan darah karena keterbatasan persediaan.

Friday, March 26, 2010

DPD RI: Cabut tayangan TV perusak karakter bangsa



Masuknya AFTA di tahun 2010 secara umum Indonesia telah siap menghadapi era pasar bebas. Dimana, untuk sisi Komunikasi dan Informatika, dinyatakan bahwa salah satu agenda penting Pemerintah adalah pemberdayaan LPP (Lembaga Penyiaran Publik) seperti TVRI dan RRI, sementara untuk LPS (Lembaga Penyiaran Swasta) regulasinya ada pada kami, tetapi content menjadi kewenangan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

China Konsumsi 3 Juta Ton Minyak Goreng Beracun Tiap Tahun



Sebuah penelitian memperkirakan satu dari sepuluh menu yang disantap di restoran dimasak dengan menggunakan minyak goreng daur ulang - ya, minyak yang telah dibuang di pipa pembuangan, dikeruk keluar, kemudian diolah dan dijual kembali dengan harga murah. Minyak goreng daur ulang mengandung zat kimia beracun yang bisa menyebabkan reaksi kurang baik bahkan kanker.

Diduga pecat 10 dosen, Kwik Kian Gie diprotes



Pemilik Yayasan Institut Bisnis Indonesia (IBII), Kwik Kian Gie, diprotes karena diduga telah melakukan pemecatan sepihak terhadap 10 orang dosennya.

Selaku Ketua Pembina Yayasan IBII, Kwik dinilai keberatan mengenai adanya serikat pekerja, Ikatan Dosen dan Karyawan IBII (IKABI) yang sedang mengupayakan adanya perjanjian kerja bersama (PKB) antara karyawan dan dosen dengan pengurus yayasan.